Resume Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Pertemuan : 8
Hari/Tanggal : Rabu, 2 Februari 2022
Narasumber : Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr.
Moderator : Widya Setianingsih
Mengatasi Writer's Block
Entah mengapa judul pelatihan belajar menulis malam hari ini, Rabu (2 Februari 2022) sangat pas dengan yang sering saya alami. Sebagai seorang penulis kiranya hal ini sangat lumrah dialami. Aktivitas sehari-hari yang padat bisa menjadi salah satu penyebab yang paling penting menurut saya. Terlebih bagi seorang wanita karier yang selalu banyak ditempa oleh keadaan. Di satu sisi sudah bejibun pekerjaan yang harus diselesaikan, di sisi lain ada keinginan hati untuk menyalurkan hobi dan kesenangannya ke dalam aktivitas menulis.
Dikutip dari Richard Nordquist writer's block is a condition in which a skilled writer with the desire to write finds herself unable to write yang kurang lebih terjemahannya adalah sebagai berikut.
Writer's Block adalah sebuah kondisi yang dialami seorang penulis yang biasanya memiliki keterampilan menulis tetapi mengalami suatu kendala atau hambatan sehingga menyebabkan tak bisa menulis.
Dengan kata lain bahwa writer's block ini menggambarkan suatu keadaan berhentinya ide saat menulis secara tiba-tiba sehingga tidak berhasil menciptakan satu kalimatpun. Kecenderungan yang ada, seseorang yang akan menulis mengalami kebingungan. Bahkan, stres. Jika sudah berkaitan dengan deadline, tak akan terbayang bagaimana rasanya.
Pengalaman pribadi saya selama ini ketika mengalami kebingungan bahkan stres karena gagalnya tangan mengetikkan kalimat sebagai besar dipengaruhi oleh kelelahan. Seperti yang telah tertuliskan pemaparan awal bahwa tingginya level pekerjaan dan pemikiran yang dialami saat di kantor mengakibatkan badan dan pikiran lelah. Pada situasi seperti ini ide tak akan keluar meski dipaksa sekalipun.
Situasi writers block dapat digambarkan dengan ekspresi sebagai berikut
"Aduh, mampet pikiran."
"Hmmm, mau nulis apa lagi ini."
"Kok ga nemu-nemu ya!"
Lontaran keluhan-keluhan semacam sangat sering didengar. Bagi orang yang tidak tahan banting dipastikan lantas menutup buku meletakkan bolpoin dan tak mau membukanya kembali. Sejatinya, penulis yang konsisten pasti akan mencari cara agar tidak terjebak terlalu lama pada situasi tidak nyaman seperti ekspresi di atas.
Ditta Widya Utami narasumber pelatihan menulis malam ini menyampaikan bahwa istilah writer's block pertama kali dipopulerkan oleh psikoanalisis Edmund Bergler. Untuk memperjelas paparan, narasumber mengawali dengan meminta para peserta menuliskan berbagai bentuk tulisan bisa berupa puisi, pentigraf, pantun, dan lain-lain yang diposting di WAG maupun komentar pada blog secara langsung. Dari situ dapat dianalogikan bahwa peserta yang tidak mengirimkan tulisan kemungkinan sedang mengalami writers block.
Writer's Block Terjadi Setiap Saat
Wirter's block bisa terjadi setiap saat dan melanda siapa saja. Akan tetapi, hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Keadaan ini akan terjadi atau menjangkiti diri seseorang dalam hitungan menit, jam, hari, munggu, bulan, bahkan tahunan. Sangat bergantung pada ketahanan dan komitmen seseorang untuk mencapai hasil yang terbaik. Writers block akan dapat pulih kembali. Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya writers block menurut Utami adalah sebagai berikut.
1. Metode atau topik baru
Sebenarnya orang yang terbiasa menulis akan dapat dengan mudah menemukan bentuk tulisan yang pas dengannya. Semakin ia kuasai jenis tulisan semakin mudah ia menuliskannya.
Kebiasaan ini akan dirasa berat ketika penulis sudah terbiasa dengan bentuk tulisan artikel, akan 'kaget' jika diminta menulis dalam bentuk yang lain. Nah, saat menghadapi situasi seperti ini akan terjadi peluang writers block. Penguasaan seseorang terhadap suatu teks berangkat dari sebuah kesenangan. Keadaan ini akan berakibat lain misal dipaksa untuk menulis di luar yang disenanginya. Meski demikian, tidak perlu khawatir. Karena writers block akan dapat diatasi. Penulis bisa melanjutkan aktivitasnya tanpa harus risau tidak bisa melanjutkan kata-kata yang terputus.
2. Stres
Stres bisa melanda siapa saja, terutama saat beban pikiran bercabang sehingga memunculkan peluang untuk tidak fokus memikirkan suatu hal. Tingkat stres yang berat akan menganggu munculnya kembali ide untuk melanjutkan tulisan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemulihan stres yang disebabkan oleh faktor apa pun.
3. Kelelahan
Kelelahan dialami oleh semua orang, baik kelelahan fiisik maupun mental. Tubuh seseorang bukanlah robot yang siap dipakai kapanpun tanpa mengenal batas waktu. Lelah yang dirasakan akan menghambat seseorang untuk berpikir secara jernih. Padahal, kejernihan pikiran ini sangat diperlukan saat menulis. Ide-ide akan mengalir dengan lancar saat fisik dan mental kita prima.
4. Perfeksionis
Menjadi pribadi yang perfeksionis selintas adalah sebuah dambaan. Akan tetapi, perlu disadari bahwa manusia bukanlah sosok yang sempurna. Keterbatasan kemampuan tentu ada. Seseorang yang menuntut tulisannya sempurna akan membutuhkan waktu lama dalam menyelesaikan. Jangan sampai hal ini terjadi. Tulisan baik adalah tulisan yang selesai. Jadi, jangan khawatir tulisan yang dihasilkan akan ditertawakan orang. Semuanya akan berproses mulai dari kurang baik hingga menjadi baik. Jadi, perlu diingat bahwa sifat perfeksionisme ini justru akan menghambat seseorang untuk berkarya.
Cara Mengatasi Writer's Block
Writers Block dapat diatasi dengan cara-cara berikut ini:
1. Terus berlatih dan belajar di saat seseorang diminta untuk menuliskan hal-hal baru di luar kebiasaannya. Manusia adalah makhluk pembelajaran, sehingga untuk dapat menuliskan sesuatu yang di luar kebiasaannya dapat dilatih melalui belajar dan terus mencoba.
2. Hindarkan diri dari stres yang berlebihan dengan melakukan hal-hal yang disukai. Misalnya, jalan-jalan, refreshing atau piknik ke tempat-tempat berpemandangan hijau dan menyegarkan, berkebun atau beternak sesuai hobi. Dari hal-hal sepele yang kita lakukan akan memunculkan sebuah ide untuk melanjutkan tulisan yang sempat terhenti.
3. Jadilah pribadi yang senang berproses. Hal ini akan menghindarkan diri dari tuntutan perfeksionalitas dalam melakukan menulis. Jangan menyerah dengan berbagai anggapan yang kurang menghargai tulisan yang kita buat. Anggap bahwa bermula dari kesalahan justru akan mengantarkan kita pada sebuah kebenaran yang hakiki. Sekali lagi, jangan takut untuk terus mencoba dan berproses. Kita manusia lumrah tempatnya salah. Diambil sisi baiknya dan terus semangat.
Pukul sepuluh acara berakhir
Ada cicak berbunyi nyaring
Jangan risau buntunya pikir
Salurkan hobi pergilah refresing
Lengkap, keren dech
BalasHapusTerima kasih, Master.
HapusKeren.. Ditutup dengan pantun👍👍
BalasHapusHehe. Biar tidak writer's block kata Bu Ditta.
HapusWaah keren, penjabarannya sangat jelas dan mudah difahami
BalasHapusTertata apik
https://arofiahafifi.blogspot.com/2022/02/mengatasi-writers-block.html
BalasHapusMohon kritik dan saran 👆bunda senior
Siap meluncur. Terima kasih, Bu Ovi.
HapusEnak di baca dan pokoknya luar biasa,
BalasHapusCalon penulis hebat masa depan,, aamiin
Aamiin. Kita semua ini adalah calon penulis yang tak pernah kering ide. Semangat terbitkan buku solo. Terima kasih telah berkenan mampir, Pak.
HapusKeren...lengkap, asyik...bahasanya komunikatif jadi serasa di ceritain oleh Ibu langsung.
BalasHapusBu Susi juga top. Ringkasannya keren.
HapusAbaikan kebuntuan. Tinggalkan kemalasan. Hidupkan gairah menulis sampai tulisan itu benar-benar menjadi sebuah media hiburan
BalasHapusSetuju
HapusT.O.P B.G.T
BalasHapusTerima kasih, suhu.
HapusWalaupun lelah tapi komplit isinya ttp semangat
BalasHapusMenarikan pena di ujung kelelahan. Entah hasilnya spt apa yg penting ada jejak yg tertinggal.
HapusSemangat menuju buku solo
BalasHapusYes. Moga terwujud. Aamiin.
HapusLUAR BIASA, DAN BIASA DI LUAR. resume yang baik dan mewakili materi. mantap
BalasHapusAlhamdulillah. Masih belajar Bapak.
Hapuswaooo pantunnya tambah lengkap isinya resume
BalasHapusTerima kasih, Mba. Biar ada variasi.
HapusBagus sekali Bu Rina tul;isannya ...mantul abis...semangat terus...
BalasHapusAamiin. Terima kasih, Bu.
HapusTersaji rapi dan berisi. Smoga witer's blog bisa teratasi bu..
BalasHapusMonggo mampir bu
Ditunggu kritik dan saran nya bun
https://yandrinovitasari.blogspot.com/2022/02/fenomena-writers-block-bagi-penulis.html?m=1
Aamiin. Terima kasih. Nanti saya meluncur.
Hapus