Langsung ke konten utama

How To be the F1



Resume Pelatihan Belajar Menulis PGRI 


Pertemuan        : 4 Gelombang 23 & 24
Narasumber     : Maesaroh, M.Pd.
Moderator       : Widya Setyaningsih
Hari/tanggal    : Senin/24 Januari 2022
Waktu              : 19.00 - selesai




 

SEBUAH SENI MENULIS RESUME


        Satu hal yang menarik dari pemaparan pelatihan belajar menulis PGRI malam ini adalah bagaimana mengemas sebuah materi narasumber menjadi resume yang baik dan berkualitas. "Menulis resume tak sekadar copy paste," demikian kata narasumber dalam paparannya. Hal ini sangatlah benar, terlebih bagi seorang penulis pemula kadang godaan untuk meniru tulisan orang lain seringkali muncul dengan alasan buntunya ide. Menulis membutuhkan seni. Seperti yang dinyatakan ariefdermawan pada laman https://steemit.com/inspiration/@ariefdermawan/menulis-adalah-seni-menyusun-kata menulis ada seni menyusun kata demi kata menjadi kalimat dan kalimat menjadi sebuah tulisan. Pernyataan itu dapat dimaknai bahwa dalam penyusunan sebuah tulisan jangan lupakan seni. Agar memiliki nilsai seni, tulisan harus berkarakter. 

        Seperti pengalaman yang saya rasakan dalam empat kali pertemuan ini ada banyak bentuk tulisan yang  mulai dari pembuka dan penutup berbentuk puisi, pengemasan tulisan berbentuk cerpen sampai dengan menarasikan kembali pendapat-pendapat narasumber dalam penyampaian materi.Setelah beberapa kali postingan dibaca ada satu karakter tersendiri terkait pemilik suatu tulisan. Untuk mendapatkan karakter tersebut kuncinya adalah satu, yakni membaca. Semakin banyak membaca tulisan yang dihasilkan seseorang, semakin akrab kita terhadap karakter tulisan yang dihasilkan. 

Pemilihan Diksi dalam Kalimat

        Pemilihan diksi dalam sebuah kalimat menjadikan kalimat itu bernyawa dan memiliki ruh. "Diksi sangatlah penting dalam tulisan. Seseorang akan menyenangi diksi yang lahir dari diri sendiri. Diksi yang sudah terbentuk akan menjadi kekayaan intelektualitas seseorang. Dengan diksi itulah seseorang akan memiliki kekhasan diri sendiri," ungkap Maesaroh. Dalam menyusun sebuah resume seorang penulis hendaknya keluar dari diri pribadinya pemateri. Semuanya akan terwujud melalui parafrase yang melibatkan pemilihan diksi yang tepat. 

        Memilih sebuah diksi dapat menggunakan cara mencari padanan kata atau sinonim. Kadangkala satu kata belum tentu sesuai diterapkan dalam kalimat tertentu. Sama-sama bermakna 'dapat', kata 'bisa' tidak bisa diterapkan dalam kalimat 'Hingga tanggal ini saya belum dapat'. Dapat bermakna menstruasi yang sudah mengalami pergeseran dari dapat yang bermakna bisa. 

        Dalam penyusunan resume, ketepatan memilih diksi pun akan berdampak pada daya ketertarikan orang lain untuk membaca. Apabila menyusun resume hanya sekadar copy paste atau menulis ulang yang disampaikan oleh narasumber tanpa adanya proses menyadur maka pembaca akan bosan. Jadi, hal penting dalam menyusun resume adalah ketepatan memilih diksi. 


Hindari Plagiarisme

        Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa plagiarisme adalah penjiplakan yang melanggar hak cipta, sedangkan pekerjaannya disebut dengan plagiat. Selain akan terkena hukum pidana, nama baik diri sendiri akan tercemar. Tentu, sesederhana apapun tulisan seseorang, itulah juaranya asal bukan hasil jiplakan atau plagiat. Oleh karena itu, hindarkan risiko dan hindarkan plagiarisme agar tulisan kita mendapat tempat di hati para pembaca. 

        Jika penulis menghendaki untuk mengutip tulisan orang lain, jangan segan-segan menulis sumbernya. Ini adalah salah satu langkah menghindarkan diri dari plagiarisme. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan simpulan atas pernyataan seseorang yang kita kutip. Kesimpulan adalah pendapat akhir penulis setelah menstimulasikan data-data yang  ada pada tulisan aslinya. Plagiarisme ini terjadi jika mengutip secara utuh tulisan orang lain, sehingga perlu dilakukannya parafrase agar tidak sama persis. Ajakan inilah yang dilontarkan oleh Maesaroh narasumber hebat pertemuan keempat malam ini. 

        Pemilihan diksi dan menghindari adalah beberapa trik untuk menjadi seorang penulis yang andal. Di samping itu menurut Maesaroh ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin menjadi penulis andal, di antaranya adalah:

1. Menanamkan sikap percaya diri karena anggapan tentang baik buruknya tulisan  berada di tangan pembaca, bukan pada diri penulis. 

2. Menyiapkan diri untuk selalu terbuka terhadap kritikan. Banyaknya kritikan yang diperoleh akan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas tulisan. 

3. Mengembangkan berbagai tulisan di berbagai media atau blog. Tulisan akan memperoleh warna setelah banyak dibaca dan dikunjungi orang karena tersedia dalam berbagai saluran baca.

4. Istikomah dalam menulis apa pun dan bagaimana pun keadannya. Semakin sering menulis, semakin terampil diri seseorang dalam mengolah kosakata hingga memiliki ciri khas sebuah tulisan.

        Semua orang adalah pemenang. Saat rintangan datang, halau dan terus lawan. Pasti kesuksesan akan datang menjelang. Jangan ragu dengan apa yang kita tulis. Kita tak pernah tahu bahwa tulisan kita saat ini akan terasa istimewa di mata dan hati para pembaca kelak.

Beli manggis di pasar Pleret

Mari menulis  agar tak kudet


Salam literasi. 


 

Komentar

  1. Waw keren , penuh dengan penjabaran .

    BalasHapus
  2. Yang jelas ini sudah mahir memparafrase, pasti lolos dari plagiarism checker. Mantab jiwa!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Hanya singkat dan sederhana saja Pak Amali. Kudu banyak berposes dari njenengan.

      Hapus
  3. Mantap kita adalah pemenang, yes banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita semua pemenang di setiap kesempatan. Ganbatte.

      Hapus
  4. Balasan
    1. Kapan ya diajari Bu Maryati agar tulisanku bs berversi drama? Hehehe..terima kasih, Bu. Belajar terus pokoknya.

      Hapus
  5. Luarbisa, resume yang sudah punya karakter.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Ibu atas apresiasinya. Mohon bimbingannya.

      Hapus
  6. LUAR BIASA RESUMENYA, BAGUS RAPIH DAN LENGKAP.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional

Resume Pertemuan ke-3 Gelombang 23&24 Materi                : Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional Hari/Tanggal    : Jumat/21 Januari 2022 Waktu                 : Pukul 19.00-21.00 Narasumber      : Rita Wati, S.Kom. Moderator          : Rosminiyati      Tak terasa pelatihan belajar menulis PGRI sudah memasuki hari ke-3. Setelah Kamis lalu disampaikan materi 'Ide Menulis bagi Guru' kali ini para peserta dibawa untuk menyelami dunia ilmu yang berbeda. Ada bahagia  membuncah saat kubaca materi  Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional . Bagiku mengutak-utik  youtube  adalah aktivitas yang mengasyikkan, meskipun kemampuanku dalam membuat video belum sebanding dengan para guru  youtuber  yang saat ini sedang  booming. Urgensi Memba...

Blog sebagai Sarana Pembelajaran

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Pertemuan          : 29 Hari/tanggal       : Rabu, 23 Maret 2022 Waktu                   : 19.00 WIB Narasumber        : Nani Kusmiyati, S.Pd., M.M., CTMP Moderator          : Dail Ma'ruf BLOG SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN      Saat ini manusia sangat mudah menulis tanpa harus bermediakan buku. Dengan kehadiran teknologi yang semakin canggih membawa perubahan besar terhadap kebiasaan seseorang dalam menulis. Gawai yang ada di genggagam atau laptop yang menjadi tentengan setiap hari akan mempermudah menarikan jemarinya menyusun kata demi kata dan kalimat demi kalimat.       Jika dulu seseorang mengawali kegemarannya menulis melalui buku harian, tetapi sekarang dengan kecanggihan yang ada buku tak perlu banyak-banyak kita persiapkan untuk menyimpan tulisan berisi kejadian atau ...

MENYOAL PENERBIT BUKU

  RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Pertemuan               : 18 Hari/Tanggal        : Jumat/25 Februari 2022 Waktu                        : 19.00 s.d. selesai Narasumber            : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd. Moderator            : Rosminiyati MENYOAL PENERBIT BUKU      Menjadi pemula harus bersiap menerima ilmu dari siapa saja. Diam-diam membaca, mendengarkan, dan mencermati materi narasumber adalah hal yang harus dilakukan untuk menjadi pemula yang sukses. Apalagi, pemula dalam mengikuti pelatihan. Meskipun anak bawang, jika dipupuk dan disiram akan tumbuh subur dan menghasilkan. Oleh karena itu, sebagai seorang pemula, saya selalu senang hati mengikuti setiap paparan narasumber. Apalagi, syarat untuk mendapatkan sertifikat pelatihan ini tak mud...