Langsung ke konten utama

Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu

 RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI 

Pertemuan        : 7

Hari/Tanggal    : Senin, 31 Januari 2022

Waktu              : pukul 19.00 WIB

Narasumber     :  Prof. Richardus Eko Indrajit

Moderator        : Aam Nurhasanah



Secara sadar maupun tidak sebenarnya seseorang sudah melakukan menulis. Mulai sekadar menulis whatsaap, story WA, hingga menulis untuk kepentingan yang lebih serius, terbingkai oleh tema, misalnya. Sebagai salah satu keterampilan, menulis membutuhkan sebuah ketelatenan dan keterbukaan wawasan. Membaca adalah salah satu aktivitas yang membantu memudahkan orang untuk menulis. 

Jika kita tengok perkembangan dunia tulis-menulis sekarang ini sudah semakin dinamis. Terutama semasa pandemi melanda negeri ini. Semakin banyak guru menghasilkan buku solo. Bermula dari menulis secara bersama-sama yang kemudian berlanjut menulis buku solo. Hal ini menyiratkan bahwa kompetensi guru terus mengalami kemajuan. Di samping mendidik siswa yang menjadi tugas utamanya, guru juga tak lupa untuk terus melakukan kegiatan pengembangan diri dan keprofesionalan.

Selama ini sebagian besar guru menerbitkan buku secara indi karena memang untuk dapat tembus penerbit mayor memerlukan seleksi yang tidak mudah. Akupun meyakini hal itu. Jangankan menerbitkan secara mayor, secara indi pun belum berhasil kuwujudkan.

Terutama ketakutan dan ketidakpercayaan diri itu dapat ditepiskan setelah malam mini peserta pelatihan menulis  diberi suntikan sebagai energi baru oleh Richardus Eko Indrajit seorang professor yang sudah lama malang melintang menekuni dunia kepenulisan dan menjadikannya hobi sejak tahun 1999. Dikisahkannya  bahwa ketika usia 30 tahun sejumlah mahasiswa mendesak untuk menulis hal-hal seputar pascarkerusuhan Mei 1998 sebagai dampak tidak terbelinya buku terbiitan luar negeri karena harganya yang mahal sebagai akibat nilai dolar melambung tak terkendali.

 

Terbitnya Ide Menulis

    Kehadiran sebuah ide dalam menulis merupakan salah satu hal penting agar seorang penulis dapat melangkah maju mengembangkan ide-ide itu menjadi satu kesatuan pemikiran yang dirangkum menjadi buku. Ide menulis menurut Indrajit bisa didapatkan dari mana saja. Ketika zaman belum kental dengan perkembangan teknologi informasi, maka ide menulis didapatkan melalui proses membaca buku-buku koleksi perpustakaan.

    Seorang penulis bisa memanfaatkan buku-buku Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sebagai referensinya. Hal ini tentu berbeda dengan zaman sekarang yang segala sesuatunya sudah berada dalam genggaman. Seseorang tidak perlu repot-repot mendatangi ke perpustakaan untuk membaca sebuah buku karena sudah banyak perpustakaan yang melayani kebutuhan pembaca secara online. Koleksi e-book akan mudah diakses bagi siapa saja yang memerlukan melalui gawai atau komputer yang terkoneksi dengan internet.

    Ide dapat pula muncul dari pengamatan sebuah gambar dari buku atau referensi yang dibaca. Gambar tersebut selanjutnya diterjemahkan ke dalam sebuah artikel dengan panjang halaman 3-5. Penggunaan bahasa perlu dipertimbangkan. Membuat pembaca mudah untuk memahaminya adalah salah satu indikasi bahwa bahasa yang digunakan baik dan menarik. Bayangkan saja, jika pada referensi yang berhasil dibaca sudah mencakup banyak gambar maka kurang lebih tiga bulan sudah terwujud lima puluh artikel dan ini sudah lebih dari cukup untuk diterbitkan dalam sebuah buku solo. Katakanlah setiap artikel lima halaman maka buku yang dihasilkan bisa mencapai 250 halaman. Wow, luar biasa!

    Buku hasil parafrase referensi Bahasa Inggris ini akan memiliki daya tarik tersendiri. Mahasiswa yang selalu haus akan ilmu pengetahuan dipastikan akan senang dan menghabiskan stok dalam waktu yang singkat. Terlebih jika buku yang ditulis sesuai dengan perkembangan isu yang sedang hangat dibahas maka untuk bisa menembus penerbit mayor hal ini tidak mustahil akan terwujud, misalnya saja Gramedia seperti sejarah lika-liku Indrajit dalam perjalanan kepenulisannya. Bahkan, buku beliau tentang IT sampai dicetak ulang tiga kali yang mengakibatkan munculnya rasa ketagihan untuk menulis.

Keajaiban Menerbitkan Buku Mayor

    Menulis memunculkan banyak berkah. Peristiwa-peristiwa mengejutkan setelah menulis dialami oleh narasumber pelatihan malam Selasa ini. Dikatakannya bahwa setelah sukses menulis buku mayor yang diterbitkan oleh  Gramedia, tawaran menjadi narasumber seminar datang dari segala penjuru di seluruh Indonesia secara gratis.

    Nama penulis buku mayor lama kelamaan menjadi dikenal dan akan dilirik oleh penerbit-penerbit lain yang tak kalah bonafit misalnya Elexmedia Komputindo, Andi Yogyakarta, dan Grasindo. Buku Profesor Indrajit yang berjudul e-Government menjadi sangat populer hingga saat ini. Banyak sumber yang dirujuknya sehingga memudahkan para pencari referensi karya ilmiah untuk menulis.

   Keajaiban yang kedua adalah munculnya ide gila untuk mengajak banyak mahasiswa yang memiliki keahlian dalam menguasai software open source untuk menulis buku sesuai keahlian yang dimilikinya itu. “Saya minta masing-masing mereka menulis satu buku sesuai dengan keahlian mereka, memberikannya kepada saya, dan kemudian saya edit. Terakhir, saya minta sebuah perusahaan untuk mempublikasikannya,” tuturnya. Sementara Profesor Indrajit sendiri berposisi sebagai penulis kedua karena berperan sebagai editor. Keberhasilan para mahasiswa berkolaborasi dengan Profesor Indrajit dalam menerbitkan buku ini membuat terkejut rektor UAD.

    Keajaiban ketiga adalah semakin menggilanya kebiasaan menulis. Bermula dari Penerbit Gramedia membelajarkan narasumber untuk terus menulis buku yang laku di pasaran. Buku-buku fenomenal terbitan berbagai penerbit mayor lahir seperti supply chain management, manajemen persediaan, manajemen outsourcing, manajemen e-procurement, dan business process reengineering. Selain itu, ada pula buku yang lahir pada kecintaannya akan dunia perguruan tinggi yaitu Manajemen Perguruan Tinggi Modern  dan Welath Management bagi Perguruan Tinggi di Indonesia.

Tantangan Menulis Buku Mayor

    Kegemaran Profesor Richardus Eko Indrajit untuk mengajar orang lain menulis dengan bermula dari mahasiswa UAD terus digelorakannya. Saat ini tantangan ditujukan kepada guru. Ada beberapa hal yang harus ditempuh guru untuk dapat memenuhi tantangan menulis buku mayor yakni dengan cara mendaftarkan diri untuk menulis dengan iming-iming janji bahwa para pendaftar akan bisa membuat draf buku dalam waktu dua minggu.  Nah, untuk mewujudkannya ada langkah-langkah yang perlu ditempuh yakni.

  1. Mengunjungi EKOJI CHANNEL untuk mencari konten atau tema yang menarik untuk ditulis.
  2. Menulis semua hal yang didapatkan pada channel youtube tersebut .
  3. Membahas hal-hal yang sudah ditemukan tadi dan menjabarkannya dengan berpedoman pada 5W+1H.
  4. Memperlihatkan draf tulisan untuk diteliti dan dikomentari.
  5. Perkaya pembahasan dengan menambah konten dari sumber-sumber referensi lain yang relevan.
  6. Menyelesaikan tahapan tersebut dalam waktu 2-4 minggu. Apapun hasilnya, tulisan tersebut dikumpulkan di akhir bulan.
  7. Setelah draf buku jadi (berkisar minimal 100 halaman) selanjutnya diserahkan ke penerbit ANDI Yogyakarta sebagai mitra PGRI dan EKOJI CHANNEL ACADEMY.
  8. Penerbit mayor akan membaca dan menelaah. Setelah 1-2 bulan akan diumumkan siapa saja yang bukunya layak diterbitkan dengan revisi minor atau dengan revisi mayor. Juga keputusan terkait dengan apakah akan diterbitkan dalam bentuk publikasi fisik atau elektronik (keduanya sama-sama prestis).

    Hingga hari ini telah berhasil diterbitkan 39 buku di seluruh wilayah Indonesia dan sejumlah draft sedang ditelaah oleh penerbit.

    Percikan energi positif malam hari ini sungguh luar biasa kurasakan. Seseorang tidak boleh menyerah dengan keadaan. Impian menjadi seorang penulis yang bukunya diterbitkan oleh penerbit mayor adalah sebuah lecutan semangat yang perlu ditangkap sebagai tantangan yang menggiurkan. Lakukanlah dan tunggulah keajaiban-keajaiban yang akan terbit setelahnya seperti paparan di atas. Sudah siapkah saya, Anda, dan kita?

 

Topi hitam dari Kenya

Bunga kamboja dari Jakarta

Jangan takut tantangan darinya

Siapkan diri raihlah cita-cita

 

 


Komentar

  1. Balasan
    1. Tulisan Bu Maryati juga keren. Terima kasih, Bu.

      Hapus
  2. Balasan
    1. Terima kasih ketua. Ajari aku ngebut ya.. 😍😍

      Hapus
  3. Balasan
    1. Salam literasi ayo siap ciptakan buku solo Bund.

      Hapus
  4. Semangat bun Rina.. Menuju buku solo👍🙏

    BalasHapus
  5. Siipp...enyahkan rasa takut demi wujudkan cita-cita.

    BalasHapus
  6. Bunda...entah kenapa saya koq merasakan ketulusan dari bahasa Bunda, enak dibaca, bikin nyaman...mantap bund, salam takzim saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bu Susi juga demikian. Saya selalu takjub dengan daya pikat tulisan Ibu. Saling menginspirasi ya Bun.

      Hapus
  7. Cantik sekali latarnya resume jg oke. maturnuwun atas bantuan Bu Rina

    BalasHapus
    Balasan
    1. Njenengan yang pintar Bund. Hanya sharing, blm apa2 sudah teratasi dengan sendirinya. Hebat.

      Hapus
  8. Suka banget cara bunda menjadikan nya bahasa yang baru. Merangkup nya menjadi kata2 yang enak di baca

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berusaha menjadikan tulisan tidak menjemukan. Semoga istikomah ya, Bu. Aamiin.

      Hapus
  9. Jangan lupa berkunjung bunda

    https://yandrinovitasari.blogspot.com/2022/02/melihat-sunrise-bersama-penerbit-mayor.html

    BalasHapus
  10. Keren bunda, klo boleh kasih saran.. warna background disesuaikan dengan warna tulisan atau sebaliknya 🙏

    Tetap semangat
    Salam Literasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap, Pak. Saya coba ya. Terus terang masih asing dengan perblogger an. wkwkwk

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional

Resume Pertemuan ke-3 Gelombang 23&24 Materi                : Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional Hari/Tanggal    : Jumat/21 Januari 2022 Waktu                 : Pukul 19.00-21.00 Narasumber      : Rita Wati, S.Kom. Moderator          : Rosminiyati      Tak terasa pelatihan belajar menulis PGRI sudah memasuki hari ke-3. Setelah Kamis lalu disampaikan materi 'Ide Menulis bagi Guru' kali ini para peserta dibawa untuk menyelami dunia ilmu yang berbeda. Ada bahagia  membuncah saat kubaca materi  Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional . Bagiku mengutak-utik  youtube  adalah aktivitas yang mengasyikkan, meskipun kemampuanku dalam membuat video belum sebanding dengan para guru  youtuber  yang saat ini sedang  booming. Urgensi Memba...

Blog sebagai Sarana Pembelajaran

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Pertemuan          : 29 Hari/tanggal       : Rabu, 23 Maret 2022 Waktu                   : 19.00 WIB Narasumber        : Nani Kusmiyati, S.Pd., M.M., CTMP Moderator          : Dail Ma'ruf BLOG SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN      Saat ini manusia sangat mudah menulis tanpa harus bermediakan buku. Dengan kehadiran teknologi yang semakin canggih membawa perubahan besar terhadap kebiasaan seseorang dalam menulis. Gawai yang ada di genggagam atau laptop yang menjadi tentengan setiap hari akan mempermudah menarikan jemarinya menyusun kata demi kata dan kalimat demi kalimat.       Jika dulu seseorang mengawali kegemarannya menulis melalui buku harian, tetapi sekarang dengan kecanggihan yang ada buku tak perlu banyak-banyak kita persiapkan untuk menyimpan tulisan berisi kejadian atau ...

MENYOAL PENERBIT BUKU

  RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Pertemuan               : 18 Hari/Tanggal        : Jumat/25 Februari 2022 Waktu                        : 19.00 s.d. selesai Narasumber            : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd. Moderator            : Rosminiyati MENYOAL PENERBIT BUKU      Menjadi pemula harus bersiap menerima ilmu dari siapa saja. Diam-diam membaca, mendengarkan, dan mencermati materi narasumber adalah hal yang harus dilakukan untuk menjadi pemula yang sukses. Apalagi, pemula dalam mengikuti pelatihan. Meskipun anak bawang, jika dipupuk dan disiram akan tumbuh subur dan menghasilkan. Oleh karena itu, sebagai seorang pemula, saya selalu senang hati mengikuti setiap paparan narasumber. Apalagi, syarat untuk mendapatkan sertifikat pelatihan ini tak mud...