Hari Minggu hari yang selalu kutunggu. Mengapa selalu kutunggu? karena aku yakin dengan datangnya Minggu beberapa kegiatan yang menjadi tanggung jawabku biasanya terselesaikan dengan datangnya hari libur. Sebenarnya pekerjaan itu bisa dirampungkan di madrasah. Tetapi, itulah yang kuherankan hingga saat ini. Untuk bekerja serius di depan laptop dengan volume pekerjaan yang seabrek sepertinya mustahil jika dapat selesai semuanya. Ketika sedang asyik mengetik, eh, tiba-tiba tamu datang. Kalau tidak begitu, panggilan ibu kepala madrasah tiba-tiba saja membuyarkan fokusnya pada satu pekerjaan. Bahkan, rekan di kanan-kiri tempatku duduk sepertinya memang rugi jika tidak didengarkan cerita. Buyarlah semuanya.
Mungkin bisa dikatakan bahwa libur membuat hari-hariku tambah berseri. Tunggakan tulisan yang selama seminggu kupendam biasanya terlampiaskan dengan datangnya Minggu atau hari libur lainnya. Menulis sudah menjadi teman dalam keseharianku, sehingga sehari saja tak menulis rasanya hidup ini hampa. Entah ini sekadar menulis berita madrasahku, mengisi catatan pada gawai, atau bahkan sekadar membuat status beranda facebook. Menulis adalah pengobat gundah, pengusir begah, dan penawar resah.
Biasanya, aktivitas di hari Minggu kudahului dengan masak ala kadarnya. Dilanjutkan dengan menyapu dan mencuci barang-barang kecil milikku atau anak-anak. Aku beranggapan jika barang ini tak akan bisa bersih jika dimasukkan di mesin cuci. Setelah aktivitas masak cuci selesai barulah kubuka laptop. Mencari posisi duduk yang nyaman, biasanya kulakukan di ruang tamu lesehan, jendela dan pintu kubuka, semilir angin masuk menambah fresh pikiran dan perasaan.
Kuingat utang pekerjaan yang belum terselesaikan dalam seminggu. Satu per satu kuselesaikan. Seperti halnya di hari Minggu ini, ada tiga agenda yang mesti kuselesaikan. Menulis release tiga berita, mengedit tulisan kontributor buletin Al Afkaar yang rencananya akan segera terbit edisi kedua membersamai HAB MTsN 6 Bantul, dan terakhir menulis cerita anak islami.
Di antara tiga aktivitas yang harus kulakukan biasanya kupilih yang paling ringan diselesaikan. Prioritas pertama adalah menulis berita. Menulis berita bagiku bukan suatu hal yang sulit karena aku tinggal menceritakan peristiwa yang terjadi dengan berpedoman pada 5W + 1H. Ada tiga berita berhasil kukirimkan dan tayang di retizen Republika. Prioritas kedua adalah mengedit tulisan kontributor buletin Al-Afkaar. Editan pertama kulakukan pada rubrik prestasi siswa. Tak hanya mengedit, tapi aku juga menarasikan data prestasi siswa yang bernama Zahra Mutiara Putri Angkasa. Berdasarkan data-data kasar yang kuperoleh kukembangkan ke dalam paragraf. Selanjutnya, kuedit artikel prestasi siswa yang bernama Yogi Setiawan dan Rafli Nanda. Mereka adalah generasi muda pengharum nama madrasah yang memenangi lomba riset internasional. Kegiatan edit-mengedit saya lanjutkan dengan checking naskah, menamainya, dan mengirimkannya pada penerbit. Masih ada satu tugas yang belum kurampungkan terakhir buletin, yakni pengiriman foto para penulis. Besok pagi rencananya akan kuteruskan kepada penerbit setelah kupilah dari simpanan google drive.
Pekerjaan selanjutnya adalah menulis cerita anak islami. Aktivitas ini yang kurasa sangat menguras energi dan pemikiran. Membuat sebuah cerita yang menarik tidaklah mudah bagiku. Apalagi aku seorang guru Bahasa Indonesia. Sekadar menulis, merangkaikan kata demi kata kurasa kurang. Aku masih berpikir bagaimana memunculkan twist dalam cerita agar hidup. Selain itu, menentukan ending cerita yang 'nendang' juga tak mudah. Apalagi membuat cerita yang menghipnotis perlu pemikiran yang lama. Hingga sore menjelang, satu judul cerita belum berhasil kuselesaikan. Aku masih berpikir keras bagaimana merias wajah cerita agar menjadi tidak biasa.
Demikianlah alasan mengapa aku selalu merindukan libur tiba. Pekerjaan rumah selesai, pekerjaan terkait profesi juga tuntas.
Keren. Blog sudah ada. Aktivitas menulis adalah nafas keseharian. Lengkap sudah. Lanjutkan semoga blog ini bisa terus berkembang yang akan terus menginspirasi dan bisa menjadi 1 buku solo.
BalasHapusSemangat💪🇮🇩✍️ Salam blogger Indonesia 👆
Harus berguru pada senior agar terwujud buku solo. Mohon bimbingannya selalu.
Hapus