RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
Pertemuan : 9
Narasumber : Drs. Dedi Dwigatama, M.Si.
Moderator : Rosminiyati
Hari/Tanggal : Jumat/4 Februari 2022
Pukul : 19.00 WIB
"Mengapa, mood menulis saya hanya menggebu pas saat itu saja, ya?"
"Wah, susah-susah mikir, lebih baik mengerjakan yang lain."
"Seperti kurang kerjaan saja, berjam-jam di depan laptop. Jalan-jalan, ngobrol dengan suami dan anak-anak pasti lebih membahagiakan."
Ilustrasi seperti di atas sering menghantui pemikiran seseorang untuk konsisten menulis. Layaknya paru-paru kembang kempis setiap saat, mencari kenyamanan. Fluktuasi minat setiap saat menghampiri. Bahkan, terkadang membuat seseorang stagnan tak bisa berbuat apa-apa. Keadaan ini terkadang tidak disadari menjadi musuh bagi diri sendiri saat membangun berkomitmen selalu menulis.
Menulis memiliki banyak manfaat seperti materi yang disampaikan narasumber pada pertemuan-pertemuan sebelumnya. Terlebih bagi seorang guru, insan cendekia yang dituntut senantiasa mengupgrade ilmunya. Menulis menjadi bagian tak terpisahkan dari diri seorang guru. Ilmu-ilmu yang disampaikan kepada peserta didik membutuhkan sebuah keterampilan menulis yang baik agar dapat diterima dengan baik pula.
Seorang guru akan konsisten menulis jika di dalam dirinya terbentuk sebuah komitmen. Komitmen menjadi pegangan seseorang untuk terus menulis. Dalam KBBI disebutkan bahwa komitmen adalah sebuah perjanjian atau keterikatan untuk melakukan sesuatu; kontrak yang harus ditepati; dan wujud tanggung jawab seseorang untuk mencapai tujuan tertentu dalam hidupnya. Janji harus ditepati sehingga ketika sudah diikrarkan janji pada diri sendiri untuk konsisten menulis hendaknya berkomitmen menyelesaikannya sampai terwujud sebuah karya yang dikehendaki.
Menulis di Blog untuk Menciptakan Buku Solo
Keteraturan hidup memerlukan kekonsistenan. Salah satunya adalah menulis. Menulis menuntut sebuah ketelatenan, Menulis tak dapat datang dengan tiba-tiba. Semuanya berproses hingga seseorang benar-benar dapat menciptakan tulisan yang berkualitas. Agar berkomitmen untuk menulis diperlukan sebuah media. Sebenarnya ada banyak media yang bisa digunakan. Misalnya catatan pada gawai, catatan pada kertas memo, catatan pada beranda facebook, hingga blog yang bisa diberdayakan setiap saat.
Menulis di blog seperti menulis di diary (catatan harian) seperti yang disampaikan oleh narasumber pelatihan malam ini, Dedi Dwitagama. Blog yang telah dipilih sebagai media untuk menampung tulisan hendaknya digunakan secara konsisten dan teratur. Biasanya banyak alasan yang menjadikan seseorang menulis di blog. Berikut hasil menyarikan beberapa pendapat Dedi Dwigatama dikaitkan dengan alasan seseorang menulis di blog.
1. Tuntutan tugas
Alasan pertama inilah yang mendasari saya untuk membuat blog. Hal ini bermula saat dulu saya mengikuti pelatihan menulis soal online sekira tahun 2016-an. Semenjak itu blog saya tidak menunjukkan adanya kehidupan alias mati suri. Setelah berniat mengikuti pelatihan menulis PGRI ini kembali saya buka blog yang sudah terbuat. Satu, dua, tiga, hingga kesembilan kalinya blog saya mulai ramai dengan tulisan. Sekali lagi, ini karena tuntutan tugas.
2. Mempermudah mencari referensi
Blog adalah sebuah website yang menyedikan layanan dan fasilitas gratis. Orang hanya sekadar daftar dengan alamat email selanjutnya ikelola hingga menjadi website pribadi. Saat menulis pasti akan banyak referensi yang disertakan untuk mendukung opini pada tulisan. Nah, dari situlah referensi akan banyak didapatkan. Orang yang membaca blog akan dimudahkan dalam menemukan berbagai referensi.
3. Interaksi pembelajaran
Blog dapat dimanfaatkan oleh guru untuk melakukan interaksi pembelajaran dengan siswa. Materi-materi atau soal latihan dapat diunggah di blog. Hanya dengan membagikan tautan, siswa akan dapat meresponsnya dengan cepat. Syaratnya terkoneksi dengan internet.
4. Mendokomentasikan tulisan
Keberadaan blog dapat dimanfaatkan untuk menuliskan catatan-catatan penting. Blog adalah teman untuk curhat. Seberapapun banyaknya tulisan yang kita buat bisa disimpan di dalam blog. Suatu saat ketika kita membutuhkannya tinggal membuka dan membaca ulang.
5. Sarana mengenalkan diri kepada orang lain .
Blog yang dipelihara dan dikembangkan secara intensif dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan diri bagi penulis. Semakin banyak tulisan semakin mudah dikenal orang. Apalagi jika postingan artikel sesuai dengan tren yang sedang hangat dibahas saat ini. Akann banyak pengunjung yang mampir di blog seseorang. Kompetensi seseorang juga akan terbaca melalui tulisan di blog ini. Tak heran jika Dedi Dwigatama, Om Jay, dan beberapa narasumber kelas menulis bersama ini sering diundang sebagai narasumber di berbagai belahan wilayah di Indonesia. Ketenaran yang mereka bangun tak lain bermula dari blog yang rutin ditulis dan dikembangkannya.
6. Sarana menulis buku solo
Kumpulan tulisan yang ada di blog yang sudah dipilah-pilah ke dalam tema yang sama dapat dijadikan satu dan diterbitkan menjadi buku solo. Hal inilah yang saat ini sedang saya upayakan bersama teman-teman angkatan 24 pelatihan menulis bersama PGRI.
Menjaga Komitmen dan Konsistensi Menulis di Blog
Komitmen untuk bisa menulis setiap hari tidak mudah. Dianalogikan dengan kepemilikan rumah, mobil, motor maka untuk menjaga komitmen maka perlu kita pelihara dengan dibersihkan setiap hari. Hal ini sama halnya dengan cara mengelolanya blog. Blog bisa dikelola atau dikembangkan sendiri atau memanfaatkan orang. Memanfaatkan orang untuk sesuatu yang baik tidak mengapa. Misalnya, menyertakan tulisan siswa dengan kompensasi nama anak dicantumkan beserta foto diri siswa.
Hal lain yang bisa dilakukan untuk komitmen menulis setiap hari di blog dengan cara membuat tabungan tulisan. Ketika seseorang mendapati waktu luang yang cukup panjang maka tuliskan banyak artikel. Agar bisa setiap hari terbit maka semua tulisan yang telah dibuat jangan setiap hari dipublish. Bisa dibuat strategi dengan menjadwalkannya atau mengantrekannya dengan menyeting waktu tersebut.
Modal sesesorang untuk menjaga komitmen adalah pasang target. Target akan tercapai jika seseorang terus fokus pada hal yang ingin dicapainya. Jika target seseorang agar dapat menerbitkan buku solo, maka komitmen pada diri sendiri harus rajin dan patuh dengan rencana yang sudah disusun secara teratur. Tidak boleh patah semangat apapun dan bagaimanapun wujud tulisan yang telah dibuat. Karena pada dasarnya manusia diberi kemampuan berlebih oleh Allah Yang Maha Kuasa. Sekali lagi, yang penting berusaha.
Malam Sabtu asyik mengetik
Malam Minggu keliling Yogya
Jangan takut tulisan dikritik
Buku solo buat kita berjaya
Keren Bunda tulisannya
BalasHapusTerima kasih, Bu yang penting ada dokumen hasil pelatihan malam ini. Semoga ada kesempatan menyempurnakannya.
HapusWaah keren tulisan bunda, lengkap dengan referensi, tertata apik pula
BalasHapusTerima kasih, Bunda Ovi.
HapusSuka cara pemamarannya👍👍
BalasHapusAlhamdulillah, terima kasih Bund.
HapusSajian resume yang khas berselera, membuat pembaca terpukau olehnya.
BalasHapusHehehehe. Milik Pak Amali lebih jos
Hapus
BalasHapusKereeen.. Top markotop
Matur nuwun, Ibu.
Hapusselau tampiil beda, Bantul selalu di hati
BalasHapusSalam Bantul maju makmur.
HapusMasyaallah tulisan nya sempurna bundaa
BalasHapusMasih terus belajar, Bu
HapusSistematis tulisannya, ,
BalasHapusAlhamdulillah. Mohon masukannya, Pak.
HapusIsinya padat bernutrisi....bagus sekali bunda.
BalasHapusTerima kasih Pak/Bu.
HapusKeren tulisannya bunda, uraian materinya kena dihati, belum lagi pemaparannya mengalir nyata, bernutrisi. Buku solo ya..ya..ya..
BalasHapusSiap terbit buku solo
HapusProlognya itu yang menjadi ciri khas penulis tetap semangat
BalasHapusAlhamdulillah. Mencoba berani agar sama dengan teman lainnya. Salam literasi.
HapusKeren semangatvMbak
BalasHapusMatur nwn Mba
Hapus