Langsung ke konten utama

Konsep Buku Nonfiksi

 RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI


Pertemuan        : 15

Hari/Tanggal    : Jumat/18 Februari 2022

Waktu               : 19.00 s.d. selesai

Narasumber    : Musiin, M.Pd.

Moderator       : Dail Ma'ruf 




KONSEP BUKU NONFIKSI


    Istilah fiksi dan nonfiksi sangat akrab di benak para siswa dan guru. Terlebih pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ada satu bab khusus dalam buku Bahasa Indonesia yang membahas tentang membaca buku nonfiksi. Hal ini menyiratkan arti bahwa sebenarnya seseorang sejak dari sekolah tingkat rendah sudah bergelut dengan tulisan nonfiksi. Maka seharusnya jika masih ada rasa ketidakpedean untuk menulis, hal itu bisa tertepiskan. Hanya satu saja, usir ketakutan-ketakutan yang ada. Biasanya ketakutan dan kekhawatiran yang dialami seseorang dalam menulis adalah sebagai berikut. 

1.  Tulisan tidak akan ada  yang membaca. 

    Perasaan seperti ini harusnya tertepiskan bagi seorang yang ingin berhasil dalam menulis. Jangan khawatir kalau tulisan tidak akan ada yang membacanya. Lambat laun, ketika seseorang berani berproses dan mempublish tulisannya melalui berbagai media pasti akan ada yang membacanya. Apalagi jika tulisan yang dibuat mengupas sebuah tema tertentu. Suatu saat akan ada orang yang membaca bahkan mengutip tulisan kita saat dibutuhkan. 

2. Salah menyampaikan pendapat saat menulis

    Ketakutan yang kedua ini akan menghalangi seseorang untuk terus menulis. Salah berpendapat lumrah. Sebagai seorang manusia yang tak sempurna, berbagai bentuk kesalahan akan datang beriringan dengan kesuksesan. Berangkat dari kesalahan-kesalahan yang ada akan menjadikan orang semakin cakap dan menghasilkan tulisan yang baik dan berkualitas. 

3. Membandingkan tulisan dengan karya orang lain.

    Saat membandingkan kualitas tulisan, seseorang sering terjebak pada perasaan bahwa tulisan orang lain lebih baik dari tulisan kita sendiri. Padahal, pendapat itu belum tentu benar. Yakinlah bahwa tulisan sendiri bagus. Optimis itu penting, seperti pernyataan Rhenaldi Kasali bahwa jika seseorang berpikir secara opportunity based, seseorang akan selalu yakin akan ada pintu di tengah tembok rintangan. Menulislah setiap hari, maka keajaiban akan datang. Kata-kata dahsyat yang akan menjadikan seseorang berhenti untuk membandingkan kualitas tulisan dengan orang lain. 

Mengulik Buku Nonfiksi 

    Seperti apa buku nonfiksi itu, malam ini Jumat tanggal 18 Februari 2022 seorang narasumber alumni kelas menulis yang dimotori oleh Om Jay berbagi materi dan tips menulis buku nonfiksi. Dia adalah Musiin yang prestasinya dalam menulis sangat meyakinkan dan lumrah jika malam ini menjadi narasumber. Biodata lengkapnya bisa di baca di sini.

Musiin menyatakan bahwa dalam penulisan buku nonfiksi ada tiga pola yang kita kenal, yakni:     

1. Pola hierarkis adalah buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit) 

    Contoh: Buku Pelajaran

2. Pola prosedural  adalah buku yang disusun berdasarkan urutan proses.

    Contoh: Buku Panduan

3. Pola klaster adalah buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang kedudukan antarbab setara).

    Untuk membuat suatu buku penulis dapat menentukan pola mana yang akan dipakainya. Menurut pemikiran saya, hasil resume ini akan lebih tepat jika ditulis dengan menggunakan pola klaster. Setelah pola ditentukan maka tahap selanjutnya perlu mengetahui langkah-langkah yang harus ditempuh saat berproses menulis buku. Kegiatan menulis diartikan sebagai kegiatan untuk mengekspresikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan (Sumarno, 2009:5). Oleh sebab itu, diperlukan keterampilan menulis agar dapat mengeskpresikan sebuah ide atau gagasan hingga menghasilkan sebuah tulisan. Adapun langkah-langkah yang perlu ditempuh mencakup lima hal, yakni:

1. Pratulis

   Pada tahapan ini penulis menentukan topik yang akan ditulis; menentukan tujuan, bentuk dan pembaca yang akan disasar; memanfaatkan dan mengorganisasikan gagasan-gagasan yang akan ditulis. Perlu dilakukan brainstorming untuk menulis klaster konsep tulisan. Selain itu, penulis dapat melakukan proses membaca berbagai referensi untuk memperkuat ide atau topik tulisan. Jika perlu jiga dilakukan observasi buku-buku yang memiliki kemiripan hal yang akan diulas. Cakupan pratulis menurut Musiin adalah a) menentukan tema, b) menemukan ide, c) merencanakan jenis tulisan, d) mengumpulkan bahan tulisan, e) bertukar pikiran, f) menyusun daftar, g) melakukan riset, h) membuat mind mapping, i) menyusun kerangka.

2. Menulis Draf

    Setelah berkutat dengan kegiatan pratulis, langkah selanjutnya penulis mulai membuat draf tulisan. Draf tulisan biasanya dibuat secara kasar. Pada tahap ini isi tulisan menjadi titik berat daripada tata tulisnya. Dengan demikian, penulis akan lebih fokus dalam mengembangkan gagasan-gagasannya. 

    Pada tahap menyusun draf ini penulis akan melakukan beberapa proses yang meliputi (1) menulis draf kasar, (2) menulis konsep utama, (3) menekankan pada bagaimana isi tulisan dapat berkembang. Jadi, yang perlu diperhatikan adalah tepiskan dulu target sempurna dalam menulis. Utamakan prinsip bahwa bagaimana ide yang ditemukan akan dituliskan dengan baik.  

3. Merevisi Draf

    Draf tulisan yang sudah dibuat pada tahap selanjutnya direvisi bagian-bagian yang salah dan kurang. Revisi dapat meliputi ejaan, tanda baca, bahkan penulis sudah mulai memikirkan orang yang akan membaca tulisannya. Perlu ditimbang-timbang kembali pemilihan katanya. Jangan lupakan kebutuhan pembaca akan tulisan sehingga informasi atau gagasan disusun secara lengkap dan informatif.

4. Menyunting Naskah

    Menyunting berbeda dengan merevisi. Menyunting dilakukan setelah draf tulisan direvisi tanda baca, ejaan, dan pencantuman pendapat atau informasi. Kelemahan draf tulisan dideteksi dengan memperhatikan ketepatan dalam menuliskan gagasan utama, pemilihan kalimat demi kalimat, tujuan penulisa, dan kesesuaian dengan aturan penerbitan. Menyunting naskah dapat berpedoman pada KBBI dan PUEBI yang meliputi penulisan ejaan, penggunaan tanda baca, pemilihan tata bahasa, diksi, data dan fakta, serta legalitas dan norma.

    Lima tahapan tersebut dapat dilakukan oleh seorang penulis yang akan menerbitkan hasil tulisannya menjadi sebuah buku. Tentu saja dalam berproses kadangkala penulis mengalami hambatan-hambatan. Hambatan klasik yang sering didengar adalah waktu. Sebenarnya tinggal pandai-pandainya seseorang membagi dan menjadwal kegiatan agar waktu yang tersedia selama 24 jam dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

    Hambatan selanjutnya terkait dengan kreativitas. Kreativitas dalam menulis akan tercipta jika seseorang banyak membaca. Semakin banyak bacaan yang dibaca semakin meningkat daya kreativitasnya. Selanjutnya, hambatan teknis, hambatan tujuan, dan hambatan psikologis. Semua hambatan itu dapat diatasi melalui komitmen diri sendiri. Alternatif cara yang bisa dipilih untuk mengatasi hambatan adalah dengan banyak membaca, mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atay terkait dengan narasumber. Selain itu, perlu juga diterapkan kedisiplinan untuk menulis setiap hari dan perlu memvariasikan rutinitas dengan pergi ke pasar atau memasak atau hobi lainnya yang sesuai dengan pilihan masing-masing individu.


Baca buku di bawah trembesi

Semilir angin datang menyapa

Mari kawan menulis nonfiksi

Ramu aksara hilangkan rasa hampa





Komentar

  1. Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Bu Imut juga keren. Selalu kelar nomor satu.

      Hapus
  2. Terima kasih, Om Jay sudah berkenan mampir memberikan suntikan energi.

    BalasHapus
  3. wah, rapi sekali bu, enak bacanya, ajaari menulis seperti ini,salam literasi bu rina

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bu Sri tulisannya juga mantap. Lengkap pula. Terima kasih, Bu dah berkenan mampir.

      Hapus
  4. Enak.dibaca, informatif dan keren ...lanjut buku solo,Bun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Bu Susi. Semangat selalu tuk angkatan 24 kita.

      Hapus
  5. Wah bunda Rina tulisannya keren . Pembukaan dan isi yg elegan

    BalasHapus
  6. Enak membacanya bunda Rina🥰👍👍👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, meski sedikit semoga bermanfaat.

      Hapus
  7. Yess..kereen pokekmen, mbak. Tulisannya selalu manjiw.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Moga bermanfaat walaupun singkat.

      Hapus
  8. KREN, HBT DAN TERUS SEMANGAT YA, BAGUS RESUMENYA MOGA JADI BUKU....

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional

Resume Pertemuan ke-3 Gelombang 23&24 Materi                : Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional Hari/Tanggal    : Jumat/21 Januari 2022 Waktu                 : Pukul 19.00-21.00 Narasumber      : Rita Wati, S.Kom. Moderator          : Rosminiyati      Tak terasa pelatihan belajar menulis PGRI sudah memasuki hari ke-3. Setelah Kamis lalu disampaikan materi 'Ide Menulis bagi Guru' kali ini para peserta dibawa untuk menyelami dunia ilmu yang berbeda. Ada bahagia  membuncah saat kubaca materi  Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional . Bagiku mengutak-utik  youtube  adalah aktivitas yang mengasyikkan, meskipun kemampuanku dalam membuat video belum sebanding dengan para guru  youtuber  yang saat ini sedang  booming. Urgensi Memba...

Blog sebagai Sarana Pembelajaran

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Pertemuan          : 29 Hari/tanggal       : Rabu, 23 Maret 2022 Waktu                   : 19.00 WIB Narasumber        : Nani Kusmiyati, S.Pd., M.M., CTMP Moderator          : Dail Ma'ruf BLOG SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN      Saat ini manusia sangat mudah menulis tanpa harus bermediakan buku. Dengan kehadiran teknologi yang semakin canggih membawa perubahan besar terhadap kebiasaan seseorang dalam menulis. Gawai yang ada di genggagam atau laptop yang menjadi tentengan setiap hari akan mempermudah menarikan jemarinya menyusun kata demi kata dan kalimat demi kalimat.       Jika dulu seseorang mengawali kegemarannya menulis melalui buku harian, tetapi sekarang dengan kecanggihan yang ada buku tak perlu banyak-banyak kita persiapkan untuk menyimpan tulisan berisi kejadian atau ...

MENYOAL PENERBIT BUKU

  RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Pertemuan               : 18 Hari/Tanggal        : Jumat/25 Februari 2022 Waktu                        : 19.00 s.d. selesai Narasumber            : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd. Moderator            : Rosminiyati MENYOAL PENERBIT BUKU      Menjadi pemula harus bersiap menerima ilmu dari siapa saja. Diam-diam membaca, mendengarkan, dan mencermati materi narasumber adalah hal yang harus dilakukan untuk menjadi pemula yang sukses. Apalagi, pemula dalam mengikuti pelatihan. Meskipun anak bawang, jika dipupuk dan disiram akan tumbuh subur dan menghasilkan. Oleh karena itu, sebagai seorang pemula, saya selalu senang hati mengikuti setiap paparan narasumber. Apalagi, syarat untuk mendapatkan sertifikat pelatihan ini tak mud...