Langsung ke konten utama

Mengelola Majalah Sekolah

RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

Pertemuan        : 12
Hari/Tanggal    : Jumat/ 11 Februari 2022
Waktu               : 19.00 s.d. selesai
Narasumber      : Widya Setianingsih, S.Ag.
Moderator         : Maesaroh








MENGELOLA MAJALAH SEKOLAH


    Sudah lama saya mengelola majalah sekolah, meski belum bisa dikatakan majalah. Mungkin lebih tepat dinamakan buletin. Di dua instansi yang saya tempati bekerja sudah saya rintis untuk menerbitkan buletin ini. Alasan saya praktis saja, untuk mewadahi siswa, guru, dan pegawai dalam menulis. Tren yang muncul selama ini kalau tulisan seseorang tayang di suatu media cetak atau elektronik ada kelegaan tersendiri. Berangkat dari pemikiran itulah kemudian saya tekadkan niat untuk mengelola buletin sekolah atau madrasah. 
    Menjadi guru Bahasa Indonesia memang sedikit banyak harus mau bergaul dengan ikhwal menulis. Dengan mempelajari berbagai jenis teks yang ada di buku pelajaran akan sangat membantu mewujudkan rubrik-rubrik pada buletin. Baik rubrik sastra maupun nonsastra menjadi bagian yang dipelajari dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. 
   Di samping buletin sekolah/madrasah, saya juga telah banyak berkecimpung membersamai para siswa mengikuti lomba majalah dinding atau mading. Jenis mading yang dihasilkan adalah dua dimensi dan tiga dimensi. Jika sudah menekuni mading, siswa merasa sangat senang dan karena kesenangannya inilah beberapa kali memenangi perlombaan. 
Kemampuan membuat majalah dinding erat kaitannya dengan buletin sekolah. Kurang lebih isi yang ada di dalamnya sama, tetapi yang membedakan adalah media yang digunakan. Mading bermediakan stereform, papan, dan alas-alas lainnya, sedangkan buletin bermediakan buku. Selanjutnya, seperti apa buletin atau majalah sekolah itu? akan dibahas lebih lanjut sebagai berikut.

A. Pengertian Majalah Sekolah
    

    Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan majalah adalah terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. Karena diterbitkan secara berkala maka majalah sekolah ini perlu dikelola oleh orang-orang yang benar-benar komitmen terhadap dunia tulis-menulis. Pengangkatan topik atau tema aktual perlu dilakukan agar terbitnya majalah selalu dinanti-nantikan oleh para pembaca. Suguhan materi-materi baru menjadi daya pikat tersendiri. 
Majalah sekolah dapat dikemas sedemikian menarik, pilih tampilan warna-warni, dan lengkapi dengan gambar-gambar yang mendukung. Majalah sekolah dikelola, dibuat, dan diedarkan di kalangan sekolah. Dari sekolah untuk sekolah.
    Menurut waktunya majalah dapat dibedakan menjadi majalah bulanan, tengah bulanan, mingguan, dan sebagainya. Sebagai tahap awal penerbitan, bisa juga dilakukan setahun sekali. Setelah terkondisi dengan baik maka waktu terbit bisa diperpendek lagi. 
    Sementara itu menurut isinya majalah dibedakan atas majalah berita, anak-anak, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, dan sebagainya. Pembedaan tersebut dititikberatkan pada dominasi isi pada majalah. Isi berita yang ada akan memilah-milah dengan sendiri siapa saja para pembacanya. 

B.  Langkah-langkah Menerbitkan Majalah Sekolah 

1. Satukan ide dan gagasan.  
    Ide dan gagasan dari orang-orang yang memiliki jiwa literasi dan tekun berorganisasi perlu disatukan sebagai langkah awal penerbitan majalah sekolah. Setelah bersatu langkah selanjutnya adalah membentuk susunan redaksi majalah. 
Susunan redaksi terdiri atas :
Susunan Redaksi Majalah Sekolah
a) Penasihat  yang berasal dari komite sekolah/yayasan
    Penasihat ini fungsinya memberikan segala pertimbangan terhadap segenap crew tentang majalah sekolah.  
b) Penanggung jawab yaitu kepala sekolah 
    Kepala sekolah bertanggung jawab atas jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Wujud pertanggungjawaban yang menjadi bebannya dapat dilimpahkan kepada pemimpin redaksi sepanjang masih ada sangkut pautnya dengan isi penerbitan (redaksional).
c) Pimpinan redaksi yang berasal dari guru yang ditunjuk atas kompetensi yang dimilikinya. 
    Pemimpin redaksi atau editor in chief  bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Rubrik yang akan dicantumkan pada majalah di bawah pengawasan pimpinan redaksi ini. Jika ada hal-hal yang perlu didiskusikan maka pemimpin redaksi berhak untuk mendudukkan redaksi dalam menyamakan persepsi. 
d) Editor
    Editor majalah bertanggung jawab atas terwujudnya swasunting tulisan, proofreading, dan mengedit semua tulisan. Kesalahan-kesalahan penulisan menjadi tanggung jawab editor dalam memperbaikinya. 
e) Reporter 
    Reporter atau wartawan  adalah petugas pencari berita dan menyusunnya menjadi berita yang siap tayang. 
f) Fotografer bertugas mengambil gambar peristiwa atau objek-objek tertentu yang bernilai berita atau pendukung tulisan.
g) Layout 
    Layout memiliki tugas mendesain majalah dan tata letaknya agar menjadi tampilan yang komunikatif dan menarik untuk disajikan.
h) Bendahara
  Bendahara memiliki tugas mengatur jalannya sirkulasi keuangan majalah sekolah. Pembiayaan pembuatan majalah sekolah dapat di

2. Mengajukan Proposal
      Proposal penting dibuat sebagai pengajuan penganggaran terkait proses peliputan hingga terbitnya majalah. Penganggaran dapat diambillkan dari anggaran komite atau BOS. Bendahara memiliki peran yang dominan dalam menentukan penganggaran ini dengan tetap berkonsultasi kepada pimpinan redaksi dan penanggung jawab.
    Proposal yang disusun meliputi latar belakang, tujuan, susunan redaksi, anggaran dana, dan sebagainya. 

3. Membuat rancangan majalah
    Tahap selanjutnya setelah proposal diajukan dan disetujui adalah menentukan nama majalah, isi berita,  pengalokasian dana yang diperoleh, dan lain-lain. Rancangan yang sudah dibuat untuk selanjutnya ditindaklanjuti dengan aksi. Peran tim redaksi sangat diperlukan dalam tahapan ini. 

4. Mencari rekanan pendukung, percetakan, sponsor, dan lain-lain.

C. Manfaat Majalah sekolah 


    Di era literasi seperti sekarang ini kehadiran majalah  sekolah sangat penting. Media tersebut menjadi sarana memublikasikan tulisan para siswa ataupun guru dan pegawai. Tulisan yang terpublikasikan dalam majalah versi online atau offline berfungsi sebagai branding madrasah karena dengan bermediakan majalah, informasi-informasi penting madrasah akan tersosialisasikan kepada masyarakat secara cepat. Beberapa manfaat majalah sekolah adalah sebagai berikut.
  • Sebagai sarana komunikasi antara sekolah dengan wali murid dan siswa.
  • Media komunikasi antara sekolah dengan siswa yang berisi berita sekolah, informasi, pengetahuan, dan hiburan.
  • Wadah kreativitas guru dan siswa dalam berkarya misalnya menulis, melukis, menggambar, dan sebagainya. 
  • Sarana publikasi sekolah di masyarakat 
  • Karya sekolah yang akan menjadi kebanggaan dan menambah nilai lebih sekolah terutama saat akreditasi.
Begitu besarnya manfaat majalah sekolah. Dengan didukung oleh tata aturan yang baik, kehadiran majalah akan selalu ditunggu-tunggu, sehingga perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini dalam menerbitkannya. 
  • Membuat nama majalah.                                                                                                          Buatlah nama majalah seunik mungkin. Keunikan ini akan memunculkan daya tarik dan memudahkan daya ingat dalam penyebutannya. Nama majalah dapat berupa singkatan nama sekolah (akronim) atau dapat pula dipilih istilah-istilah yang menginspirasi. Konsultasikan kepada guru bahasa untuk menentukan nama ini. Nama adalah doa sehingga dalam memberikan nama hendaknya yang bermakna. Sebagai contoh nama majalah sekolah MTsN 6 Bantul adalah Al-Afkaar yang artinya yang berarti buah pikiran. 
  • Data nama-nama atau rubrik artikel yang akan ditampilkan.                                                  Biasanya majalah sekolah memuat, pertama visi misi sekolah yang ditulis setelah cover. Visi dan sekolah terus dimunculkan pada majalah. Misi dan misi ini dapat kita kopi pastekan dari dokumen KTSP sekolah. Kedua, salam redaksi. Salam redaksi adalah sapaan dari pimpinan redaksi kepada pembaca. Selain sapaan, pada salam redaksi biasanya ditampilkan isi majalah secara singkat, tema majalah, dan kondisi aktual saat ini. Ketiga, berita sekolah yang berisi hasil liputan kegiatan sekolah, misalnya PHBI, PHBN, atau kegiatan-kegiatan lainnya yang menginspirasi. Keempat, profil tokoh. Pada profil tokoh dapat ditampilkan secara bergiliran mulai dari kepala sekolah/madrasah, kepala tata usaha, wakil kepala sekolah/madrasah, para guru, dan tenaga kependidikan. Hal ini penting sebagai sarana menginformasikan aktivitas guru dan tenaga kependidikan kepada para siswa. Tambahkan prestasi-prestasi yang telah diraih atau perjalanan meniti karir sehingga menginspirasi pembaca. Keempat, profil siswa berprestasi. Rubrik ini juga sangat bermanfaat untuk memotivasi siswa berlomba-lomba menjadi yang terbaik. Keenam, karya siswa. Karya siswa yang ditampilkan bisa berupa puisi, cerpen, foto hasta karya, gambar, dan lain-lain. Ketujuh, kegiatan siswa baik outing kelas maupun inclass. Kedelapan, tampilkan rubrik-rubrik hiburan seperti kuiz berhadiah. Hal ini menjadi salah satu daya tarik siswa untuk membeli majalah jika diperjualbelikan untuk mengembangkan majalah milik madrasah. Kesembilan, rubrik prestasi sekolah yang meliputi prestasi terbaru guru, siswa, dan sekolah atau madrasah. Kesepuluh, kolom info ujian, libur, dan lain sebagainya.
  • Mengajukan ISSBN. ISBN penting agar majalah kita memiliki hak paten. ISBN dapat diurus oleh penerbit. . 
  • Menentukan Bahasa yang dipakai dalam majalah. Sebelum menentukan bahasa yang akan kita pakai, kita harus mengetahui sasaran pasar kita yakni siswa-siswi kita dan walimurid sehingga disarankan agar bahasa yang digunakan mudah dipahami oleh para siswa. Hindarkan penggunaan bahasa yang terlalu formal atau kaku sehingga terkesan membosankan. Agar bisa menyelami kegemaran siswa perlu juga diselipkan bahasa-bahasa gaul yang sedang trend. Jangan lupa menggunakan bahasa komunikatif seolah melalu tulisan penulis sedang berbincang secara lisan dengan pembaca. 
  • Carilah tema dari hal yang sedang booming atau ngetrend di lingkungan sekolah dan masyarakat. Angkatlah isu-isu keseharian  di lingkungan sekolah dan masyarakat yang bisa digunakan sebagai tema. Misalnya : tetap berprestasi di masa pandemi, prestasi gemilang akhlak menjulang, dan sebagainya. 
  • Cover dan Layout Menarik. Kehadiran cover untuk melindungi isi majalah. Oleh karena itu, buatlah semenarik mungkin bagi pembaca. Layout didesain sedemikian rupa sehingga sesuai dengan tema dan sasaran pembaca. Buatlah tampilan secara praktism simpel, menarik, dan memuat seluruh artikel dengan penataan yang padat tapi tidak berimpitan. Pendesainan cover dan layout ini dapat ditempuh dengan melibatkan guru yang berkompeten di bidang IT dengan menggunakan aplikasi corel. 
  • Pembiayaan. Pembiayaan digunakan untuk biaya cetak majalah, membayar HR crew, membeli hadiah kuis, dan lain-lain. Anggaran dapat diraih dengan cara pemasukan murni dari siswa dengan cara siswa membeli majalah yang diterbitkan. Selain itu, bisa memanfaatkan BOSDA, dan mencari rekanan atau sponsor. Pembiayaan juga dialokasikan untuk membayar proses mencetak. Tidak bisa dipungkiri percetakan merupakan faktor penting adanya majalah secara fisik. Akan tetapi, bila tidak memungkinkan majalah dicetak karena beberapa hal misalnya pendanaan, situasi tidak bisa tatap muka karena pandemi maka majalah bisa juga disampaikan dalam bentuk online. 
  • Upgrade ilmu secara kontinyu agar majalah selalu up to date. Tentukan agenda mengupgrade ilmu bagi para crew dengan menggelar atau mengikuti pelatihan menulis, pelatihan aplikasi Corel, Photoshop untuk layout, dan lain-lain dengan memberdayakan teman sejawat atau mendatangkan narasumber ahli.
  • Pupuk kekompakan tim.  Hal ini penting, ibaratnya tubuh, maka crew majalah adalah bagian team yang memiliki tugas yang sama-sama penting. Oleh karena itu, tim harus solid. Saling mendukung dan mengisi kekurangan satu sama lain adalah kunci langgengnya sebuah team.
    Mengawali proses penerbitan majalah sepertinya memang sulit. Tapi yakinlah, dengan berbagai sarana yang ada sekarang ini akan menjadikan hal yang sulit itu menjadi mudah. Libatkan siswa dalam pembuatannya karena penguasaan kecanggihan teknologi oleh siswa akan lebih tinggi dibandingkan guru-gurunya. Jadi, tak perlu ragu untuk melangkah. Ciptakan kepuasaan untuk diri sendiri, siswa, dan seluruh civitas akademik di masing-masing sekolah. Menyitir pendapat Pramoedya Ananta Toer bahwa pada saatnya, karya-karya itulah yang akan membawa kita pada keabadian.  

Duduk merenung di sore hari
Memandang sawah mulai menguning
Ciptakan majalah buatlah sensasi
Teman membaca di kala hening 

 


Komentar

  1. Masya Allah ,keren bgt resumenya Bu Rina

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Bu..meski lambat tapi berusaha menyelesaikannya.

      Hapus
  2. Wah ini ada pakar majalah dan buletin nih, saya suka baca buletin dan Mading. Mading karna dibuat berdimensi simpel dan penuh kreativitas. Buletin mudah dibawa
    Majalh juga saya suka baca apalagi majalh anak. Sukses para guru cerdas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Belum pakar Bund, baru mencoba-coba saja. Terima kasih, Bunda hebat.

      Hapus
  3. Lengkap dan informatif.. Keren bu pantunnya

    BalasHapus
  4. Luar biasa Bu kapan2 saya belajar di ibu ttg majalah sekolah madrasah tempat saya mengabdi Mading sj tidak jalan .Masya Allah kagum dengan pengalamanya ibu semoga tetap Istiqomah ya bu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Ya Rabb. Kita wadahi anak2 yang senang seni lukis, terampil dalam menghasilkan hasta karya, dan menulis.

      Hapus
  5. Semangatss bundaa... Tuhsudah keren punya buletin... Lanjuut

    BalasHapus
  6. Balasan
    1. Masih banyak kekurangannya dan masih harus belajar terus.

      Hapus
  7. Masya Allah Keren Banget Bun, salam sehat salam literasi

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional

Resume Pertemuan ke-3 Gelombang 23&24 Materi                : Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional Hari/Tanggal    : Jumat/21 Januari 2022 Waktu                 : Pukul 19.00-21.00 Narasumber      : Rita Wati, S.Kom. Moderator          : Rosminiyati      Tak terasa pelatihan belajar menulis PGRI sudah memasuki hari ke-3. Setelah Kamis lalu disampaikan materi 'Ide Menulis bagi Guru' kali ini para peserta dibawa untuk menyelami dunia ilmu yang berbeda. Ada bahagia  membuncah saat kubaca materi  Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional . Bagiku mengutak-utik  youtube  adalah aktivitas yang mengasyikkan, meskipun kemampuanku dalam membuat video belum sebanding dengan para guru  youtuber  yang saat ini sedang  booming. Urgensi Memba...

Blog sebagai Sarana Pembelajaran

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Pertemuan          : 29 Hari/tanggal       : Rabu, 23 Maret 2022 Waktu                   : 19.00 WIB Narasumber        : Nani Kusmiyati, S.Pd., M.M., CTMP Moderator          : Dail Ma'ruf BLOG SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN      Saat ini manusia sangat mudah menulis tanpa harus bermediakan buku. Dengan kehadiran teknologi yang semakin canggih membawa perubahan besar terhadap kebiasaan seseorang dalam menulis. Gawai yang ada di genggagam atau laptop yang menjadi tentengan setiap hari akan mempermudah menarikan jemarinya menyusun kata demi kata dan kalimat demi kalimat.       Jika dulu seseorang mengawali kegemarannya menulis melalui buku harian, tetapi sekarang dengan kecanggihan yang ada buku tak perlu banyak-banyak kita persiapkan untuk menyimpan tulisan berisi kejadian atau ...

MENYOAL PENERBIT BUKU

  RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Pertemuan               : 18 Hari/Tanggal        : Jumat/25 Februari 2022 Waktu                        : 19.00 s.d. selesai Narasumber            : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd. Moderator            : Rosminiyati MENYOAL PENERBIT BUKU      Menjadi pemula harus bersiap menerima ilmu dari siapa saja. Diam-diam membaca, mendengarkan, dan mencermati materi narasumber adalah hal yang harus dilakukan untuk menjadi pemula yang sukses. Apalagi, pemula dalam mengikuti pelatihan. Meskipun anak bawang, jika dipupuk dan disiram akan tumbuh subur dan menghasilkan. Oleh karena itu, sebagai seorang pemula, saya selalu senang hati mengikuti setiap paparan narasumber. Apalagi, syarat untuk mendapatkan sertifikat pelatihan ini tak mud...