Langsung ke konten utama

Menulis itu Mudah

 

RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI


Pertemuan          : 10

Narasumber        : Prof. Dr. Ngainun Naim

Hari/Tanggal       : Senin/7 Februari 2022

Moderator            : Raliyanti

Waktu                  : 19.00 wib s.d. selesai



MENULIS ITU MUDAH

        

        Menulis itu mudah. Sebuah kalimat persuasif enak dibaca, ringan dirasa. Menjadikan seorang penulis seperti saya terpikat daya magis kalimat itu. Mau tidak mau, suka tidak suka memang begini kenyataannya. Siapapun bisa menulis, itulah realitanya. Bayangkan saja, setiap hari berapa kalimat sudah kita respons melalui whatsapp. Sudah berapa paragraf kita baca status di beranda facebook. Sudah berapa ratus orang membuat caption atas foto2 yang diunggahnya. Itu membuktikan bahwa pada dasarnya semua orang berkemampuan menulis dan karenanya menulis itu mudah.

       Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa setelah menyimak, berbicara, dan membaca. Bahkan, menulis menjadi salah satu aktivitas yang tidak bisa lepas dari diri pelajar dan mahasiswa.

        Banyak kalimat motivasi yang mengingatkan seseorang agar menulis. Di antaranya adalah ikatlah penamu dengan tulisan. Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari sejarah (Pramoedya Ananta Toer), Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia (Seno Gumira Ajidarma), dan masih banyak lagi yang lain. Pada intinya semua mengajak manusia untuk menulis. Menuliskan yang dia tahu, yang belum diketahui, dan yang akan dicari tahu.

        Menulis itu mudah. Akan tetapi, merangkaikan huruf satu per satu menjadi bermakna dan melakukan serta meniru hal yang kita tulis adalah yang paling penting. Tanpa disadari kita telah mempengaruhi orang melalui tulisan yang kita ciptakan. Tenang saja, itu artinya tulisan kita bermanfaat dan tidak sekadar menjadi deretan huruf tak bermakna.


Ketakutan Saat Menulis

        Orang yang mengatakan menulis itu sulit disebabkan datangnya ketakutan-ketakutan yang menghantui penulis pemula. Padahal, tidak demikian yang terjadi. Seringkali perasaan takut itu yang menjerumuskan seseorang untuk berhenti menulis. Biasanya, karena kurangnya rasa percaya diri.

      Menulis membutuhkan sebuah keberanian. Berani dikritik dan berani dikomentari. Semuanya demi kesempurnaan tulisan.

Beberapa hal yang menyebabkan seseorang takut untuk menulis.

1. Tidak Ada Pembaca 

        Kekhawatiran tidak adanya pembaca tulisan seseorang adalah hal lumrah. Akan tetapi, jika hal ini berlangsung terus-menerus akan mengganggu produktivitas. Membuka lapak atas dagangan berupa tulisan memang perlu proses. Tinggal bagaimana cara orang menarik para pembaca untuk hadir. Bagikan semua tulisan tanpa ragu. Berterus terang saja jika tulisan tersebut masih sederhana sehingga perlu masukan. Penulis harus siap dengan apa yang dituliskan oleh para pembaca. Berangkat dari proses itulah lama-kelamaan tulisan akan dinantikan kemunculannya.

2. Ketakutan Munculnya Kesalahan dalam Menulis

        Manusia bukan makhluk yang sempurna. Setinggi apa pun kemampuannya, kesalahan tak bisa dilepaskan darinya. Tidak mungkin seseorang akan stabil daya fokusnya dalam menulis. Seseorang yang terpaksa menulis dan ikhlas menulis akan menghasilkan kualitas tulisan yang berbeda. Oleh karenanya, jika masih terdapat kesalahan dalam menulis tidak perlu ditakutkan. Saatnya seseorang untuk terus memperbaiki kesalahan-kesalahan itu menjadi lebih berkekuatan dan bernyawa.

3. Tulisan yang Dihasilkan Tak Sebagus Milik Orang Lain

        Manusia memiliki gaya tutur yang berbeda-beda saat menulis. Orang yang berpengalaman menulis akan berbeda dengan penulis pemula. Karya yang dihasilkan sangat wajar jika masih terdapat hal-hal yang perlu dibenahi. Akan tetapi, tidak perlu membanding-bandingkan tulisan yang dihasilkan dengan orang lain. Tulisan yang bagus adalah tulisan yang selesai. Demikian kata Dedi Dwigatama saat mengisi pelatihan menulis bersama PGRI di pertemuan sebelumnya.

4. Takut Tak Berbakat Menulis

        Bakat dalam menulis bukan menjadi suatu syarat yang urgen. Orang bisa menulis karena memiliki kemauan yang kuat. Apabila sesekali menulis dan dikirimkan ke redaksi tetapi tidak dimuat janganlah berhenti. Terus saja menulis dan berproses. Apapun tulisan yang dihasilkan butuh keterampilan di dalamnya. Keterampilan itu ada melalui berlatih, bukan karena tak adanya bakat dalam diri seseorang.

Mudah dalam Menulis

        Narasumber pelatihan pertemuan ke-10 malam Selasa ini adalah Prof. Dr. Ngainun Naim yang dalam pemaparannya dibersamai oleh moderator hebat Raliyanti. Prof. Naim adalah seorang dosen UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Menulis menurutnya adalah sesuatu yang mudah. Akan tetapi, ada syarat yang perlu dipenuhi di dalamnya. “Pendapat bahwa menulis itu mudah adalah relative.” Mengapa demikian? Kerap kali kita mengetahui seseorang sudah duduk berjam-jam di depan laptop tapi tak menghasilkan satu kalimatpun. Sudah mengikuti kursus atau pelatihan menulis, tetap saja hasilnya nihil. Bahkan, hanya rasa pusing yang muncul saat menunggu-nunggu hadirnya tulisan.

        Banyak hal yang perlu dilakukan agar menulis itu mudah, di antaranya adalah sebagai berikut.

1.     Ubah Mindset/pola pikir

        Apa yang dikatakan atau dipikirkan akan menjadi kenyataan. Jika seseorang berpikir bahwa menulis itu sulit maka yang muncul selamanya adalah sebuah kesulitan. Coba ubah pola pikir yang seperti ini. Jadikan aktivitas menulis sebagai sebuah kegiatan yang mudah dilakukan. Jangan khawatir akan hilang ide saat mengalami kebuntuan. Yakinkan diri bahwa mampu untuk menyelesaikan tulisan. Jangan mudah berputus asa. Terus saja menulis sejadinya dan sebisanya dan tanamkan dalam hati bahwa menulis itu mudah. Lama kelamaan tulisan akan menemukan karakternya.

2.     Berlatih Menulis

        Berlatih itu penting. Bahkan dalam segala hal. Awal mula seseorang duduk di bangku TK/PAUD sama sekali belum bisa baca tulis. Akan tetapi, proseslah yang mengajarkannya menjadi bisa menulis hingga saat dewasa.

        Buatlah target menulis setiap hari meskipun hanya satu paragraf. Menulis dengan berangkat dari pada yang dilihat dan apa yang dirasakan. Sehari saja seseorang lepas dari aktivitas menulis maka esok hari akan merasakan enteng saat tidak menulis. Hal ini jika dibiarkan akan memberhentikan kemauan menulis selamanya.

     3.   Memperbanyak Baca

        Seseorang yang telah membiasakan diri berlatih menulis setiap hari akan meningkat daya bacanya. Dengan kurangnya bahan bacaan yang dibaca akan mempersempit kemampuan berpikir dalam merangkai kata demi kata. Membaca adalah aktivitas yang penting, bahkan menjadi syarat agar sukses menulis. Bacalah sedikit demi sedikit bacaan yang ada. Pahami isinya itu lebih penting daripada beriorientasi pada selesainya bahan bacaan itu dibaca. Selesai tanpa mampu memahami tidak akan menghasilkan apa-apa.

    4. Meluangkan Waktu untuk Menulis

        Pada dasarnya porsi waktu semua manusia itu sama. Tinggal bagaimana cara mengatur dan memanage waktu yang ada dengan baik agar tercipta aktivitas menulis. Jangan mencari waktu luang untuk menulis, tetapi luangkan waktu agar bisa menulis. Cari waktu-waktu yang pas untuk menulis. Sisihkan setiap hari. Lama-lama orang akan merasakan adanya sesuatu yang hilang dalam dirinya karena kebutuhan menulis belum terpenuhi.

    5.  Amati, Catat, dan Olah Draf menjadi Tulisan

        Draf spontan yang ditulis saat melakukan perjalanan misalnya, segeralah untuk diolah menjadi tulisan. Untuk menghasilkan draf dimulai dari aktivitas mengamati, mencatatnya, dan terakhir adalah mengolahnya menjadi tulisan yang bermakna.

    6. Belajar kepada Penulis

        Komunitas menulis akan membelajarkan seseorang untuk bisa menulis. Di dalamnya pasti akan ada aktivitas mengajak. Belajar kepada penulis dilakukan dengan cara membaca-baca tulisan yang dibagikan dan meninggalkan jejak komentar.

       Kiranya menulis tidak akan menjerat seseorang selama ada pola pikir yang baik tentang menulis. Menulis itu mudah. Tepiskan keraguan akan adanya anggapan bahwa tulisan yang dihasilkan tidak berkualitas. Terus saja menulis, paksa diri untuk konsisten apapun keadaannya dan siap wujudkan buku solo!

 

Pagi-pagi makan buah

Olahraga setelahnya

Menulis aktivitas mudah

Tinggal ubah pola pikirnya

 


Komentar

  1. Balasan
    1. Belum sekeren Bu Isti. Harus belajar banyak pada Bu Isti

      Hapus
  2. Yuuk kita merubah pola pikiran. Mind Art.

    Salam Literasi

    BalasHapus
  3. Ini sih penulis andal masa depan, mantuul

    BalasHapus
  4. Selalu suka dengan cara Bu Rina menulis, berasa banget tulus dan lembutnya...saya kadang bingung juga, koq itu yang saya rasa ya..keren Bun, salut, asyik untuk dibaca sambil manggut-manggut...

    BalasHapus
  5. Meta motivatif nanget..Salutt. Taklukkan pikiran negatif (ketakutan), ubah maindset dengan keberanian menulis.

    BalasHapus
  6. Parafrasenya oke banget bun. Suka dengan cara bunda membuat resume. Mantul bun.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional

Resume Pertemuan ke-3 Gelombang 23&24 Materi                : Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional Hari/Tanggal    : Jumat/21 Januari 2022 Waktu                 : Pukul 19.00-21.00 Narasumber      : Rita Wati, S.Kom. Moderator          : Rosminiyati      Tak terasa pelatihan belajar menulis PGRI sudah memasuki hari ke-3. Setelah Kamis lalu disampaikan materi 'Ide Menulis bagi Guru' kali ini para peserta dibawa untuk menyelami dunia ilmu yang berbeda. Ada bahagia  membuncah saat kubaca materi  Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional . Bagiku mengutak-utik  youtube  adalah aktivitas yang mengasyikkan, meskipun kemampuanku dalam membuat video belum sebanding dengan para guru  youtuber  yang saat ini sedang  booming. Urgensi Memba...

Blog sebagai Sarana Pembelajaran

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Pertemuan          : 29 Hari/tanggal       : Rabu, 23 Maret 2022 Waktu                   : 19.00 WIB Narasumber        : Nani Kusmiyati, S.Pd., M.M., CTMP Moderator          : Dail Ma'ruf BLOG SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN      Saat ini manusia sangat mudah menulis tanpa harus bermediakan buku. Dengan kehadiran teknologi yang semakin canggih membawa perubahan besar terhadap kebiasaan seseorang dalam menulis. Gawai yang ada di genggagam atau laptop yang menjadi tentengan setiap hari akan mempermudah menarikan jemarinya menyusun kata demi kata dan kalimat demi kalimat.       Jika dulu seseorang mengawali kegemarannya menulis melalui buku harian, tetapi sekarang dengan kecanggihan yang ada buku tak perlu banyak-banyak kita persiapkan untuk menyimpan tulisan berisi kejadian atau ...

MENYOAL PENERBIT BUKU

  RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Pertemuan               : 18 Hari/Tanggal        : Jumat/25 Februari 2022 Waktu                        : 19.00 s.d. selesai Narasumber            : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd. Moderator            : Rosminiyati MENYOAL PENERBIT BUKU      Menjadi pemula harus bersiap menerima ilmu dari siapa saja. Diam-diam membaca, mendengarkan, dan mencermati materi narasumber adalah hal yang harus dilakukan untuk menjadi pemula yang sukses. Apalagi, pemula dalam mengikuti pelatihan. Meskipun anak bawang, jika dipupuk dan disiram akan tumbuh subur dan menghasilkan. Oleh karena itu, sebagai seorang pemula, saya selalu senang hati mengikuti setiap paparan narasumber. Apalagi, syarat untuk mendapatkan sertifikat pelatihan ini tak mud...