RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
Pertemuan : 16
Hari/Tanggal : Senin/21 Februari 2022
Waktu : 19.00 s.d. selesai
Narasumber : Yulius Roma Patandean, S.Pd.
Moderator : Muliadi
Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis
Dari destinasi wisata terkenal setelah Bali, Toraja namanya, narasumber mengajak peserta pelatihan belajar menulis mendalami langkah menyusun buku secara sistematis. Namanya terdiri atas tiga kata, yakni Yulius Roma Patandean, guru di SMAN 5 Tana Toraja. Usianya yang terbilang masih muda ini mengampu mapel Bahasa Inggris sejak tahun 2015. Dengan berbekal semangat dan sikap konsisten untuk menulis, Yulius Roma berhasil menerbitkan beberapa buku, yakni Guru Menulis Guru Berkarya penerbit Eduvation dan Digital Transformation penerbit mayor, ANDI Offset.
Awal pandemi covid-19 menjadi berkah bagi siapa saja, termasuk Yulius Roma Patandean narasumber pertemuan ke-16 pelatihan belajar menulis bersama PGRI. Kemampuannya menulis berawal dari keikutsertaannya dalam forum belajar menulis asuhan Om Jay ini. Biodata narasumber pertemuan ke-16 ini dapat dibaca di sini. Menurutnya, agar dapat menyusun buku secara sistematis seseorang dapat memegang prinsip CLBK. Bukan cinta lama bersemi kembali lho, ya...
Buku Adalah Tulisan yang Sistematis
Buku ditulis seseorang dengan tidak meninggalkan sistematisasi yang baik. Sebuah buku dikatakan sistematis jika penyusunannnya mengikuti sebuah sistem yang telah ditentukan sebagai acuan standar penulisan. Sistematis menurut KBBI bermakna teratur menurut sistem; memakai sistem; dengan cara yang diatur baik-baik. Hal ini memberikan makna bahwa menyusun buku secara sistematis adalah menyusunnya dengan memakai sistem dan diatur dengan baik. Pengaturan meliputi sistematika buku dari cover hingga daftar pustaka. Adapun sistematika buku menurut Setiawan, dkk. adalah sebagai berikut:
1. Bagian Awal
Buku memiliki bagian awal yang terdiri atas prakata (preface), pendahuluan (introduction), daftar isi, dan daftar pendukung. Bagian ini terletak di buku bagian depan. Ciri khas halaman ini adalah digunakannya halaman romawi kecil pada setiap lembarnya.
2. Bagian Isi
Isi pada buku terbagi menjadi tujuan instruksional, batang tubuh yang terbagi menjadi bab dan sub-bab, catatan kaki (pilihan), dan tabel dan gambar pendukung.
3. Bagian Akhir
Adapun bagian akhir buku meliputi lampiran, indeks, glosarium, dan blurb. Lampiran berisi informasi tambahan untuk mendukung isi buku. Indeks merupakan daftar kata atau istilah yang dianggap penting dan terdapat dalam buku yang disusun sesuai abjad, sedangkan glosarium berisi kumpulan definisi, penjelasan, terjemahan pendek dari sebuah kata atau frasa yang asing bagi pembaca. Adapun blurb adalah deskripsi promosial yang ada di sampul belakang buku. Isinya merupakan potongan cerita isi buku.
Hal-hal yang terdapat pada bagian isi sangat tergantung dengan kebutuhan dan jenis buku yang ditulis. Hanya garis besarnya saja bahwa buku memiliki sistematika seperti di atas.
Prinsip CLBK dalam Menulis Buku
Tidak jarang orang yang mengalami kesulitasn untuk menulis atau menerbitkan buku. Kesulitan ini tidak hanya terjadi saat berproses menulis, tetapi saat ingin mempublishkannya pun mengalami kesulitan. Yulius menyatakan bahwa prinsip paling penting dalam menulis buku adalah CLBK. Adapun penjelasan CLBK adalah sebagai berikut.
1. C (coba)
Percobaan menulis sangat penting dilakukan. Orang akan bisa menulis karena terbiasa melakukannya. Kebiasaan ini pada awalnya dibentuk melalui paksaan, Setelah merasakan manfaatnya, orang akan menjadi terbiasa. Bahkan, menulis yang sudah menjadi kebiasaan ini akan menjadikan orang ketagihan. Sehari saja tidak menulis, seperti ada sesuatu yang kurang dalam diri seseorang. Oleh karena itu, menulis bisa menjadi obat bagi siapapun. Obat di kala suka ataupun duka.
2. L (lakukan)
Menulis perlu dilakukan sesegera mungkin. Saat muncul ide hendaknya segera dijabarkan. Tidak usah menunggu lama, karena bisa jadi ide tersebut menguap dan hilang. Saat menulis hendaknya dilakukan dengan tujuan menghilangkan rasa penasaran terhadap sesuatu hal yang akan dijabarkan. Dengan kata lain, tema atau topik atau ide yang telah kita tentukan menjadi landasan untuk menjabarkannya lebih dalam.
3. B (budayakan)
Membiasakan menulis adalah membudayakan karakter produktif. Karakter produktif termanifestasikan mulai dari proses hingga menjadi karya yang siap dibaca. Budaya menulis ini sangat erat kaitannya dengan budaya baca. Untuk dapat menulis, orang harus terbiasa membaca referensi-referensi yang sesuai dengan tulisannya.
4. K (konsisten)
Konsisten sangat diperlukan dalam menulis. Langkah ini merupakan tahapan terakhir bagi seorang penulis. Tanpa adanya konsistensi dalam menulis, orang akan ragu dapat menerbitkan sebuah buku. Sisihkan waktu setiap hari untuk menulis. Jadikan waktu menjadi bermanfaat dengan menulis.
Cara yang dapat ditempuh untuk membuat tulisan atau buku secara sistematis dapat disaksikan pada tautan berikut ini
Adapun untuk membuat judul, bab, dan sub judul tulisan pada buku secara otomatis dapat ditemukan pada video berikut ini.
Beli batik di Yogyakarta
Pulangnya membeli manggis
Buku cantik milik siapa
Tampil memukau dan sistematis
Sungguh resume yg sistematis .
BalasHapusJadi malu sama Bu Ovi. Masih sangat sederhana itu, Bu.
HapusSelalu tampil beda resume yg ini
BalasHapusKarena selalu dimotivasi sama Mba Isti. Matur nuwun sdh menjadi komentator aktif.
HapusKeren bun semangat💪💪
BalasHapusSungguh sangat Jelita, Sis... (Jelas, Informatif, dan Tertata-Sitematis). Mantul
BalasHapus