RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
Pertemuan : 21
Hari/Tanggal : Jumat/4 Maret 2022
Waktu : 19.00 s.d. selesai
Narasumber : Joko Irawan Mumpuni
Moderator : Widya Setianingsih
MENJADI PENULIS BUKU MAYOR
Menjadi penulis buku mayor adalah dambaan semua orang. Siapa yang tak akan bangga jika karyanya dipajang di rak-rak toko buku terkenal. Apalagi laku pesat. Wah, bisa-bisa tenar mendadak namanya. Bayangan seperti itu tak akan terwujud tanpa adanya sebuah usaha. Ketakutan untuk mewujudkan sebuah buku yang bisa dilirik oleh penerbit mayor akan tertepiskan dengan adanya penjelasan dari Joko Irawan Mumpuni, narasumber pelatihan belajar menulis PGRI di bawah asuhan Om Jay. Moderator yang membersamai pada malam itu sangat klop dan seirama dengan semangat narasumber. Beliau adalah Widya Setianingsih.
Istilah mayor pada awalnya merujuk pada istilah bagi penerbit yang mampu menerbitkan buku dalam jumlah banyak buku per tahun. Sementara itu, berapa jumlah pastinya, masih terdapat banyak perbedaan pendapat. Contoh penerbit mayor yang hingga kini masih berdiri eksis adalah ANDI Offset Pada intinya semua orang akan bangga jika bukunya diterbitkan pada penerbit mayor. Dalam dunia penerbitan semua orang yang berkecimpung di dalamnya memiliki fungsi dan tugas serta tanggung jawab yang penting. Keterlibatan pengelola secara aktif menjadi penentu majunya badan usaha yang didirikan. Struktur pihak-pihak yang terlibat dalam badan usaha akan dapat dilihat pada bagan berikut ini.
Jika disederhanakan diagram di atas menjadi seperti ini.

Pada diagram tersebut tampak bahwa posisi seorang penulis sangat penting. Baik penulis, pembaca, penyalur, dan penerbit semuanya memiliki posisi yang penting dalam proses menerbitkan buku. Tanpa adanya kehadiran salah satu unsur ekosistem, maka menerbitkan buku tak akan tercapai. Semua saling menopang dan melengkapi. Majunya dunia penerbitan akan mendukung terciptanya indeks literasi yang baik. Namun, kita tahu bahwa daya literasi negara kita masih dikatakan rendah dengan adanya hasil PISA tahun 2018 yang diikuti oleh 79 negara. Meski tren sepanjang periode
naik sejak survei tahun 200, pada PISA 2018, skor Indonesia relatif turun di semua bidang. Penurunan paling tajam
terjadi di bidang membaca. Indonesia berada di urutan ke-74 dari 79 negara (https://ayomenulis.id/artikel/ini-dia-hasil-survei-pisa-tentang-kualitas-pendidikan-di-indonesia-dalam-3-tahun-terakhir#:~:text=Survei%202018%20itu%20lagi%2Dlagi,dengan%20skor%20rata%2Drata%20371.) Situasi ini menyiratkan bahwa literasi masyarakat Indonesia masih perlu ditingkatkan. Salah satu cara yang bisa ditempuh di antaranya melalui peningkatan daya baca tulis.
Menurut Mumpuni ada beberapa hal yang menyebabkan rendahnya daya literasi masyarakat Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain, seperti pada infografis di bawah ini.
Sesuai gambar tersebut rendahnya minat menulis menjadi urutan kedua penghambat literasi. Tak hanya itu saja, dampaknya merambah pada terhambatnya pertumbuhan industri penerbitan di Indonesia.Meski demikian, penerbit yang pengelolannya baik akan bisa bertahan seiring dengan berkembangnya situasi zaman.
Keberlangsungan pertumbuhan dunia penerbitan akan terus terjaga apabila mampu memenuhi syarat-syarat berikut ini.
1. Visi dan misi yang dimiliki jelas
2. Memiliki Bussines core lini produk tertentu
3. Lamanya pengalaman penerbit
4. Banyaknya jaringan pemasaran penerbit buku
5. Memiliki percetakan sendiri
6. Berani mencetak hingga eksemplar dalam jumlah banyak
7. Jujur dalam membayar royalti
Di antara ketujuh syarat agar pertumbuhan dunia penerbita terus eksis ada satu hal yang akan menjadi memunculkan angin segar bagi para penulis buku, yakni kejujuran dalam membayar royalti. Terkait dengan masalah finansial, memang hal ini tak bisa dielakkan. Mendapatkan uang adalah salah satu motivasi orang untuk menulis di antara tiga alasan lainnya yakni diperolehnya kepuasan, terjaganya reputasi, dan terdukungnya karir baik seseorang.
Syarat Penerbitan Buku Secara Mayor
Setelah mengetahui beberapa keuntungan seseorang menerbitkan buku alangkah lebih baiknya jika seorang penulis buku mengetahui syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam menerbitkan sebuah buku, di antaranya adalah lolos penilaian. Sebuah buku yang baik dan siap terbit pada penerbit mayor setidaknya memiliki bobot penilaian untuk masing-masing indikator sebagai berikut.
Sesuai tulisan di atas dapat diketahui bahwa porsi penilaian editorial memiliki bobot 10%, peluang potensi pasar 50%, keilmuan 30%, dan reputasi penulis 10%. Jika dicermati, indikator kedua yakni peluang potensi pasar menduduki bobot 50% (terbanyak). Apa saja yang mempengaruhi peluang potensi pasar? jawabannya ada pada gambar berikut ini.
Di antara empat kriteria di atas, hanya tema yang tak populer dan penulis yang tak populer yang akan ditolak oleh penerbit. Tidak sulit, kan? seorang penulis pemula setidaknya mampu memproduksi sebuah tulisan dengan tema populer agar dapat diterbitkan pada penerbit mayor. Mencari tema yang populer dapat ditempuh dengan cara mencarinya melalui google tren. Jika dalam pencarian muncul tren yang terus naik maka peluang untuk diterbitkan juga besar. Seperti hasil pencarian berikut ini.

Jika dilihat hasil pencarian tema pemasaran melalui google trend grafiknya selalu naik. Hal ini menunjukkan bahwa tema pemasaran terus dibutuhkan oleh penerbit. Penulis dapat memilih tema itu untuk mencoba menyodorkan buku pada penerbit mayor.
Selain tema populer, syarat agar buku dapat diterbitkan pada penerbit mayor adalah adanya penulis populer. Penerbit akan mengecek kepopuleran penulis melalui berbagai sumber yakni 1) Berapa banyak teman/pengikut disosial media 2) Seberapa aktif di grup-grup yang diikuti akan lebih baiki kalau penulis ini sebagai adminnya dengan jumlah anggota ratusan ribu. 3) Apakah penulis mempunyai blog sendiri dan seberapa aktif dan bagimana respons pembacanya. 4) Google scholar adalah yang paling dicermati oleh Penertbit. Dari keempat cara mengecek kepopuleran seorang penulis yang paling dicermati oleh penerbit adalah google scholar. Oleh karena itu, pembuatan akun google scholar sangat penting.
Syarat selanjutnya agar buku dapat diterbitkan pada penerbit mayor (ANDI Offset) adalah memenuhi gaya selingkung penulisan. Kekonsitenan dalam menggunakan gaya selingkung saat menulis perlu dipegang. Misalnya dalam menulis daftar pustaka. Acuan penulisan daftar pustaka yang diberlakukan oleh penerbit bisa lebih dari satu cara tergantung pada lingkup bidang penerbitannya. Misalnya standa ALA, MLA, CMS, APA, Vancouver Style, dan Harvard Styler. Penerbit ANDI mengikuti semua gaya selingkung penulisan yang ada di dunia seperti yang tertera pada gambar berikut ini.
Seorang penulis yang idealis dan industrialis akan menjadi daya tarik penerbit untuk menerbitkan hasil tulisannya ke dalam sebuah buku. Ciri-ciri penulis idealis dan industrialis dapat diilustrasikan pada gambar berikut ini.



Seorang penulis yang senantiasa berpikir secara idealis dan industrialis akan tetap memperhatikan kebutuhan pasar, tetapi berani mengambil sikap yang berbeda dengan kebanyakan penulis lain. Selain itu, tipe penulis yang idealis dan instrialis ini akan senantiasa terbuka terhadap masukan orang lain. Ia juga akan memiliki pendirian yang kokoh. Terkait dengan imbalan, penulis yang memiliki kedua tipe ini memang memandangnya sebagai sesuatu yang penting, tetapi kualitas tulisan juga diperhatikan. Oleh karena itu seorang penulis yang idealis dan industrialis akan menjaga keseimbangan antara kesempurnaan karya dan produktivitas.
Oplah Penerbitan
Jumlah cetakan buku yang akan dibuat oleh penerbit sangat bergantung pada kuadran berikut ini.
Dasar yang dijadikan penentuan jumlah cetakan ada empat yakni
1. Market sempit dan lifecycle panjang
2. Market lebar dan lifecycle panjang
3. Market sempit dan lifecycle pendek
4. Market lebar dan lifecycle pendek
Ilmu-ilmu murni akan memiliki lifecycle yang panjang, sampai bertahun tahun buku itu cetak ulang terus karena laku dan tidak perlu direvisi. Buku-buku terkait dengan ilmu murni dan pelajaran memiliki market yang lebar. Market lebar artinya banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Jika itu buku pelajaran maka jumlah siswa/mahasiswanya sangat banyak, sehingga peminat buku juga banyak.
Dari penjelasan di atas maka penentu jumlah cetakan sangat bergantung pada kategori tulisan yang dihasilkan. Seorang penulis pemula pasti belum berpikir berapa oplah yang dihasilkan karena mendapat kabar bahwa bukunya lolos dilirik penerbit mayor saja sudah bangga, apalagi diterbitkan oleh penerbit sekaliber ANDI Offset.
Jika sudah memiliki stok tulisan sesuai dengan yang disyaratkan oleh penerbit ANDI seperti dalam penjelasan di atas segera kirimkan naskah beserta kelengkapannya seperti penjelasan pada gambar berikut ini.
Sore hari pulang dari kantor
Mampir toko membeli sapu
Terbitkan buku secara mayor
Tinggalkan jejak pada anak cucu
Menjadi Penulis Buku Mayor
Mantab jiwa, paket komplit mbak.. Josss
BalasHapus