PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
Pertemuan : 23
Hari/Tanggal : Rabu/9 Maret 2022
Waktu : 19.00 s.d. selesai
Narasumber : Suparno, S.Pd., M.Pd.
Moderator : Rosminiyati
MENULIS AUTOBIOGRAFI
Autobiografi sering disebut oleh orang otobiografi. Keduanya memiliki maksud yang sama. Akan tetapi, secara kaidah, autobiografi sudah menganut kaidah penulisan yang benar sesuai KBBI, sedangkan otobiografi adalah istilah yang tidak baku menurut KBBI. Autobiografi bermakna riwayat hidup pribadi yang ditulis sendiri (KBBI). Hal ini berkebalikan dengan biografi yang bermakna riwayat hidup (seseorang) yang ditulis oleh orang lain.
Saat ini banyak kita temukan buku-buku autobiografi di toko-toko buku. Misalnya, Mahatma Gandi Sebuah Autobiografi, Untuk Negeriku Sebuah Otobiografi karya Muhammad Hatta, Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adam dan Soekarno, dan sebagainya. Dilihat dari jenisnya, buku-buku tersebut memiliki makna historis bagi penulisnya. Karena berisi perjalanan hidup dirinya sendiri maka tulisan itu menjadi dokumen penting.
Mengenal Lebih Jauh Autobiografi
Sutrisna Wibawa menyatakan bahwa autobiografi adalah salah satu tulisan berbentuk narasi yang berisi kisah menarik mengenai kehidupan dan pengalaman-pengalaman pribadi seseorang. Adapun pola yang dikembangkan adalah riwayat hidup pribadi seseorang, urutan-urutan peristiwa atau tindak-tanduk yang mempunyai kaitan dengan kehidupan seorang tokoh.
Sementara itu, Suparno menyatakan bahwa autobiografi adalah adalah sebuah tulisan yang berisi perjananan hidup seseorang. Di dalamnya terdapat cerita inspiratif yang bermanfaat bagi orang lain. Hal ini dianalogikan oleh Suparno tentang cerita inspiratir K.H Usairon. Dalam kisahnya disebutkan bahwa di dunia ini yang disebut orang kaya adalah orang yang rajin bekerja/bekerja keras. Sementara itu, orang yang cerdas menurut Rasulullah adalah orang yang memaksa dirinya untuk berbuat amal sebagai persiapan di akhirat. Cerita dari K.H. Usairon ini jika disimak akan dapat menginspirasi pendengarnya. Sebagian keistimewaan atau perjalanan K.H. Usairon ini akan sayang jika dilewatkan begitu saja. Jika ditulis, maka tulisan yang cocok berjenis biografi. Apabila cerita tersebut ditulis oleh pribadi K.H. Usairon maka disebut autobiografi. Sebaliknya, jika ditulis orang lain disebut biografi. Demikianlah Suparno narasumber pelatihan belajar menulis PGRI hari Rabu, 9 Maret 2022 ini membuka wawasan pembaca tentang autobiografi. Didampingi oleh narasumber Rosminiyati, Suparno juga membagikan CV lengkapnya yang bisa diakses pada tautan berikut ini.
Menulis autobiografi itu penting. Ada beberapa alasan yang menguatkan pentingnya tulisan autobiografi. Pertama, cerita-cerita inspiratif akan terlewatkan begitu saja jika tidak dikemas dalam sebuah tulisan. Apabila berbentuk tulisan maka orang-orang bisa membaca dan menirunya. Baik itu untuk keluarga maupun orang lain. Kedua, tulisan yang berisi riwayat hidup seseorang akan menceritakan sejarah perjalanan kehidupan seseorang. Hal ini sangat bermanfaat bagi keturunan yang tidak sempat menyaksikan perjuangan seseorang semasa hidupnya. Ketiga, buku autobiografi sangat bermanfaat saat melamar pekerjaan. Terlebih jika seseorang dipromosikan ke jenjang kepangkatan yang lebih tinggi. Rekam jejak karir dan prestasi seseorang akan mudah didapatkan dari buku autobiografi tersebut.
Menyusun Buku Autobiografi
Agar seseorang dapat dengan mudah menulis buku autobiografi yang dapat dilakukan adalah membaca kisah-kisah orang lain yang telah dibukukan, seperti yang tertulis di atas. Saat membaca jangan hanya puas dengan satu buku saja. Bacalah hingga tiga buku agar ada pembanding yang baik. Saat membaca contoh buku autobiografi jangan hanya dipilih kisah orang -orang ternama, tetapi juga membaca buku milik orang lain yang selevel dengan kita.
Selanjutnya, setelah seseorang membaca contoh buku autobiorafi dilanjutkan dengan menuliskan outline atau kerangka tulisan. Tulisan bisa dimulai dari cerita kelahiran, masa-masa sekolah TK, SD, SMP, SMA, kuliah, bekerja, menikah, punya anak, pergi jauh, ke luar kota, ke luar negeri, dan lain-lain. Untuk menjaga konsistensi dalam menulis seyogianya membuat jadwal menulis. Jadwal yang sudah ditulis harus ditaati agar sesuai dengan target yang diinginkan.
Langkah ketiga adalah menyiapkan data-data pendukung misalnya foto, buku diari, dan sebagainya. Setelahnya, bisa dilanjut dengan menulis per outline atau per judul. Tulis saja hal-hal yang terekam dalam pikiran. Jangan lakukan pengeditan saat menulis meskipun ada penulisan kata-kata yang salah. Terus saja menulis sampai selesai. Tulislah dengan pikiran dan perasaaan, dengan akal budi dari hasil merenung yang dalam.
Setelah semua judul sudah terbahas kemudian sisipkan judul yang terjeda sesuai dengan urutan sejarah perjalanan kehidupan penulis. Supaya tampilan buku lebih menarik dan menginspirasi diperlukan kata-kata mutiara yang dituliskan di bagian atas sebelum uraian. Tahap selanjutnya setelah menyisipkan judul adalah melakukan editing secara teliti semaksimal kemampuan dan jangan lupa mintakan tolong kepada seseorang yang dipercaya untuk menjadi editor. Editing selesai dilanjutkan dengan membuat cover buku yang baik serta memintakan kata pengantar kepada tokoh-tokoh yang terkenal. Terakhir, kirimkan pada penerbit yang dipercaya.
Berikut adalah buku biografi narasumber yang berjudul Perjuangan Hidupku. Buku tersebut berisi motivasi agar anak muda memiliki semangat kerja, semangat belajar, dan semangat berdoa.
Baca buku buka sampulnya
Dibaca berdua bersama Afi
Jangan lewatkan kisah hidupnya
Bukukan ke dalam autobiografi
Teru menulis, siip
BalasHapus