Langsung ke konten utama

Menulis Buku dari Karya Ilmiah



RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

Pertemuan       : 6
Hari/tanggal    : Jumat, 28 Januari 2022
Waktu              : pukul 19.00 WIB
Narasumber     : Noralia Purwa Yunita, M.Pd.
Moderator        : Raliyanti




    Materi pelatihan belajar menulis PGRI asuhan Om Jay semakin asyik saja. Banyak suguhan materi yang menggoda naluri untuk bereaksi. Setelah kemarin bergulat dengan prestasi dan 'naik kelas' yang dialami oleh seorang Aam Nurhasanah, kali ini peserta kembali akan menekuni dunia tulis-menulis terutama membuat produk buku dari sebuah karya ilmiah.

    Bagi seorang guru karya ilmiah adalah makanan sehari-hari yang harus disantap terlepas dari enak dan tidaknya menu tersebut. Bagaimana tidak? menulis karya ilmiah menjadi syarat seorang guru untuk naik pangkat. Seorang guru PNS juga dituntut untuk membuat laporan sasaran kinerja pegawai yang di dalamnya terdapat indikator peningkatan kompetensi guru dalam hal melakukan publikasi ilmiah. Guru tidak akan bisa memilih untuk berdiam diri jika sudah menjadi ASN. Kecuali guru tersebut sudah puas dengan pangkat yang telah diraihnya sekarang ini. 

Ragam Karya Ilmiah

   Karya ilmiah beragam jenisnya. Sejak belum menjadi guru seorang sudah mulai menulis karya ilmiah dengan aneka ragam tulisan, yakni makalah, karya ilmiah, skripsi, tesis, hingga disertasi. Giliran menjadi guru, ternyata menulis karya ilmiah tidak berhenti begitu saja. Guru dituntut untuk terus mengembangkan kompetensi profesionalitasnya melalui publikasi ilmiah.

   Seperti diketahui bersama dalam buku 4 program keprofesian berkelanjutan (PKB) disebutkan bahw seorang guru yang akan mengajukan kenaikan pangkat dari 3c ke atas perlu menyusun publikasi ilmiah berupa karya ilmiah dari yang tersimpel hingga terpelik. Untuk dapat naik pangkat dari 3c menuju 3d guru setidaknya dapat menilaian karya publikasi ilmiah berupa makalah tinjauan ilmiah. Selanjutkan dari 3d menuju 4a wajib menulis PTK. 

    Berangkat dari kewajiban itulah, maka tidak rugi para peserta pelatihan malam ini menyimak dengan saksama materi dari narasumber. Dituturkan oleh Noralia guru SMPN 8 Semarang bahwa karya ilmiah yang telah disusun  guru dapat diubah menjadi sebuah buku untuk mendapatkan kredit poin. Lumayan besar angka kredit yang diperolehnya. Terlebih jika buku tersebut ber-ISBN dan ditulis seorang diri.

Manfaat dan Langkah-langkah Mengonversi KTI Menjadi Buku

    Sebelum mengetahui lebih jauh tentang langkah-langkah mengonversikan karya ilmiah menjadi buku seseorang perlu mengetahui manfaat konversi tersebut :

A. Masyarakat awam dapat turut membaca karena kemudahan akses untuk mendapatkannya. 

    Karya ilmiah yang belum dibukukan biasanya hanya menjadi koleksi pribadi yang disimpan di rumah atau perpustakaan. Lain halnya jika sudah dikemas dalam bentuk buku. Di toko-toko buku terdekat bisa dengan tidak sengaja dibaca dan tidak memungkiri jika orang lantas membelinya karena ada unsur yang menarik.

B. Penulis dapat memperoleh keuntungan secara finansial karena buku yang ditulis laris manis terjual.

   Buku yang ditulis seseorang dengan kualitas tinggi akan menarik minat pembaca. Kemampuan menulis yang terus diasah secara rutin akan memacu seseorang untuk menghasilkan produk yang lebih banyak tanpa meninggalkan kualitas tulisan itu sendiri.  

C. Bagi guru PNS buku yang dihasilkan dapat diajukan saat mengajukan kenaikan pangkat. Selain itu, dapat pula dijadikan sebagai bukti fisik laporan sasaran kinerja pegawai (SKP). Bahkan, seorang guru akan mendapatkan dua nilai angka kredit yakni dari PTK yang disusunnya dan dari buku hasil memgonversi karya hasil penelitian.

D. Menjadikan nama penulisnya terkenal. Semakin banyak buku yang dihasilkan semakin luas nama penulis dikenal orang lain. Hal ini akan menarik keuntungan tersendiri.

E. Ilmu yang ada di dalamnya akan menyebar secara cepat. Hal ini akan memiliki daya pengaruh yang besar untuk melakukan ajakan persuasif penulis melalui buku yang ditulisnya.

Dengan mengetahui banyaknya manfaat yang diperoleh dari proses mengonversikan karya ilmiah menjadi buku maka tidak ada alasan bagi seseorang untuk tidak  menulis atau menerbitkan buku. Menulis sebuah buku dari karya tulis membutuhkan kejelian dan ketekunan. Sebenarnya bahan yang akan ditulis sudah ada. Seseorang tinggal mengembangkan dan mengalihkan format karya ilmiah menjadi format buku. Noralia narasumber kelas pelatihan menulis malam hari ini menyampaikan beberapa perbedaan format buku dan karya tulis ilmiah pada umumnya. Perbedaan yang dimaksud dapat dilihat pada tabel berikut ini. 

Perbedaan format penulisan buku dan karya ilmiah

No

Buku

Karya Ilmiah

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12

Judul

Kata pengantar

Prakata

Daftar isi

Isi buku

Daftar pustaka

Sinopsis

Profil penulis

Judul

Lembar pengesahan

Kata pengantar

Halaman persembahan

Daftar isi

Pendahuluan

Tinjauan pustaka

Metode penelitian

Pembahasan

Kesimpulan

Daftar pustaka

Lampiran

    Sesuai dengan tabel tersebut dapat dibaca bahwa ada empat bagian yang tidak sama. Prakata pada buku bisa dimaknai sama dengan pendahuluan. Halaman persembahan pada karya tulis ilmiah tidak terdapat pada buku. Bagian pendahuluan, tinjauan pustaka, dan pembahasan pada karya tulis ilmiah menjadi bagian isi pada buku. Metode penelitian, simpulan, dan lampiran pada karya tulis ilmiah tidak ada pada buku. Sementara bagian daftar pustaka di kedua jenis tulisan wajib ada dengan tahun acuan yang berbeda. Daftar pustaka pada buku hendaknya dicantumkan materi-materi yang terkini dan berkembang di masyarakat. Profil penulis dan sinopsis pada buku juga diperlukan, sedangkan pada karya tulis ilmiah tidak. 

   Beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mengonversikan karya ilmiah menjadi buku adalah sebagai berikut.

a. Melakukan pengubahan judul 

    Judul karya ilmiah biasanya terdiri lebih dari lima kata. Untuk mengonversikannya menjadi sebuah     buku judul ini hendaknya diperpendek dan langsung memilih pada bagian pentingnya. Gunakan empat  sampai lima kata untuk menulis judul. Pilih judul yang fantastis dan menarik. 

b. Melakukan pengubahan daftar isi

    Daftar isi pada buku mengikuti pedoman 2W+1H (why, what, dan how)

   Bab 1 (why) menjelaskan pentingnya sebuah metode digunakan disertai alasan penggunaan dalam           pembelajaran. 

   Bab 2 (what) menjelaskan apa masalah yang dibahas, apa saja karakteristiknya, dan apa saja ciri khas     sebuah metode/media/model yang menjadi fokus tulisan.

   Bab 3,4,5, dan seterusnya menjawab pertanyaan bagaimana (how) yang menjelaskan bagaimana tahap    pembuatan sebuah metode/media/model yang diangkat, bagaimana pembuatan, dan bagaimana               penerapannya dalam pembelajaran.

c. Memberikan pengetahuan  baru terkait dengan isu yang berkembang saat ini. 

          Karya ilmiah yang dikonversi menjadi buku hendaknya disisipi pengetahuan baru terkait isu yang       berkembang saat ini. Bisa jadi seseorang mengubah karya ilmiah yang sudah lama sehingga                  penambahan pengetahuan atau referensi yang up to date sangat diperlukan. Penyisipan pengetahuan       baru ini juga sebagai salah satu upaya untuk menarik daya baca orang dan pada akhirnya tergerak          untuk membelinya. 

d. Batasi ulasan terkait dengan hasil penelitian. Hendaknya hasil yang ditulis pada buku hanya berupa data penelitian yang penting-penting saja. 

e. Mempehatikan penggunaan bahasa dan cara penyajian tulisan.

  Penggunaan bahasa dan cara menyajikan karya ilmiah ke dalam bentuk buku harus memiliki karakteristik yang berbeda dengan laporan. Pilihlah susunan kata dan gaya kepenulisan yang sesuai dengan selera. Ide dan kreativitas yang dipilih oleh seorang penulis bergantung pada pengalaman dan bahan bacaannya yang dikonsumsinya. Semakin tinggi daya literat seorang penulis maka akan semakin berkualitas buku yang dihasilkan. Membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Seorang pembaca yang sukses dapat dipastikan memiliki kemampuan menulis yang mumpuni. Pemilihan bahasa dan teknik penyajian buku diupayakan agar pembaca dapat dengan mudah memahami isi buku  secara lengkap.

f. Gunakan daftar pustaka yang kredibel. 

   Penulis buku boleh menggunakan referensi berupa blog tapi harus berasal dari situs blog resmi seperti kemendikbud.go.id., jurnal ilmiah, e-book, atau karya ilmiah lainnya. Diseyogiakan penulis menghindari penggunaan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya.

H. Perhatikan jumlah halaman buku

  Noralia mengatakan bahwa karya ilmiah yang dikonversi menjadi buku minimal terdiri atas 70 halaman dengan ukuran kertas A5, sedangkan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan dengan aturan Penerbit.

I. Hindari self plagiarisme.

    Karena proses pembuatan buku berasal dari tulisan yang pernah disusun maka hal ini  akan rentan terhadap munculnya self plagiarisme. Untuk menghindarnya, sebaiknya penulis tidak hanya sekadar copy paste KTI untuk dijadikan buku. Tulis ulang kalimat yang ada dengan pengubahan seperlunya sepanjang tidak mengubah arti kalimat yang terdapat pada karya tulis ilmiah yang asli. 

    Langkah-langkah yang dijelaskan oleh narasumber pelatihan menulis buku bersama PGRI ini sangat aplikatif dan praktis. Bagi seorang penulis pemula, keinginan untuk memiliki buku solo akan terbantukan dengan trik-trik yang telah dijelaskan pemateri. Parafrasekan setiap paragraf yang terdapat pada karya ilmiah. Pengemasan kalimat yang menarik dan informatif menjadi poin menarik yang sering dicari oleh pembaca. Kaum literat akan menyerbu buku-buku berbobot untuk dijadikan koleksi pribadinya. 

Ini buku tak sembarang buku

Buku fiksi menarik isinya

Menulislah tak usah ragu

Bu Noralia tempat bertanya



 







 

Komentar

  1. Biarkan yang hilang Bun, tokh penggantinya bagus, informatif dan bahasanya bikin nyaman sampe akhir..mantap.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, terima kasih, Bu. Harus semangat biar impian segera didapat.

      Hapus
  2. Balasan
    1. Angkat topi atas semangat Pak Amali. Mari saling menginspirasi.

      Hapus
  3. Penutupnya soswet.
    Resume yang rapi, komplit informatif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah diajari sama Bu Ovi harus dilaksanakan. Hehehe. Terima kasih, Bund.

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. Sejauh masih menyimpan niat, apapun kendalanya maju terus. Terima kasih, Bu Isti.

      Hapus
  6. Cakep banget... Top bu... Slm literasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Pak sudah berkenan mampir. Masih terus belajar ini.

      Hapus
  7. Asyik banget Bu tulisannya sangat infirmatif dan runtut. Top banget...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Pak Agus. Mengalir saja, mengeluarkan ide sebebasnya. Smg kita semua lulus hingga akhir.

      Hapus

  8. Supermen makan bakwan
    Resume nya keren banget, kawan.

    Salam Literasi 👍👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beli duren di hari minggu
      Yang komen bikin tersipu...

      Hehehehe. Terima kasih, Pak.

      Hapus
  9. Balasan
    1. https://yandrinovitasari.blogspot.com/2022/01/menyulap-karya-ilmiah-menjadi-sebuah.html?m=1

      Smoga berkenaan singgah bu

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional

Resume Pertemuan ke-3 Gelombang 23&24 Materi                : Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional Hari/Tanggal    : Jumat/21 Januari 2022 Waktu                 : Pukul 19.00-21.00 Narasumber      : Rita Wati, S.Kom. Moderator          : Rosminiyati      Tak terasa pelatihan belajar menulis PGRI sudah memasuki hari ke-3. Setelah Kamis lalu disampaikan materi 'Ide Menulis bagi Guru' kali ini para peserta dibawa untuk menyelami dunia ilmu yang berbeda. Ada bahagia  membuncah saat kubaca materi  Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional . Bagiku mengutak-utik  youtube  adalah aktivitas yang mengasyikkan, meskipun kemampuanku dalam membuat video belum sebanding dengan para guru  youtuber  yang saat ini sedang  booming. Urgensi Memba...

Blog sebagai Sarana Pembelajaran

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Pertemuan          : 29 Hari/tanggal       : Rabu, 23 Maret 2022 Waktu                   : 19.00 WIB Narasumber        : Nani Kusmiyati, S.Pd., M.M., CTMP Moderator          : Dail Ma'ruf BLOG SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN      Saat ini manusia sangat mudah menulis tanpa harus bermediakan buku. Dengan kehadiran teknologi yang semakin canggih membawa perubahan besar terhadap kebiasaan seseorang dalam menulis. Gawai yang ada di genggagam atau laptop yang menjadi tentengan setiap hari akan mempermudah menarikan jemarinya menyusun kata demi kata dan kalimat demi kalimat.       Jika dulu seseorang mengawali kegemarannya menulis melalui buku harian, tetapi sekarang dengan kecanggihan yang ada buku tak perlu banyak-banyak kita persiapkan untuk menyimpan tulisan berisi kejadian atau ...

MENYOAL PENERBIT BUKU

  RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Pertemuan               : 18 Hari/Tanggal        : Jumat/25 Februari 2022 Waktu                        : 19.00 s.d. selesai Narasumber            : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd. Moderator            : Rosminiyati MENYOAL PENERBIT BUKU      Menjadi pemula harus bersiap menerima ilmu dari siapa saja. Diam-diam membaca, mendengarkan, dan mencermati materi narasumber adalah hal yang harus dilakukan untuk menjadi pemula yang sukses. Apalagi, pemula dalam mengikuti pelatihan. Meskipun anak bawang, jika dipupuk dan disiram akan tumbuh subur dan menghasilkan. Oleh karena itu, sebagai seorang pemula, saya selalu senang hati mengikuti setiap paparan narasumber. Apalagi, syarat untuk mendapatkan sertifikat pelatihan ini tak mud...