Bagi seorang guru karya ilmiah adalah makanan sehari-hari yang harus disantap terlepas dari enak dan tidaknya menu tersebut. Bagaimana tidak? menulis karya ilmiah menjadi syarat seorang guru untuk naik pangkat. Seorang guru PNS juga dituntut untuk membuat laporan sasaran kinerja pegawai yang di dalamnya terdapat indikator peningkatan kompetensi guru dalam hal melakukan publikasi ilmiah. Guru tidak akan bisa memilih untuk berdiam diri jika sudah menjadi ASN. Kecuali guru tersebut sudah puas dengan pangkat yang telah diraihnya sekarang ini.
Ragam Karya Ilmiah
Karya ilmiah beragam jenisnya. Sejak belum menjadi guru seorang sudah mulai menulis karya ilmiah dengan aneka ragam tulisan, yakni makalah, karya ilmiah, skripsi, tesis, hingga disertasi. Giliran menjadi guru, ternyata menulis karya ilmiah tidak berhenti begitu saja. Guru dituntut untuk terus mengembangkan kompetensi profesionalitasnya melalui publikasi ilmiah.
Seperti diketahui bersama dalam buku 4 program keprofesian berkelanjutan (PKB) disebutkan bahw seorang guru yang akan mengajukan kenaikan pangkat dari 3c ke atas perlu menyusun publikasi ilmiah berupa karya ilmiah dari yang tersimpel hingga terpelik. Untuk dapat naik pangkat dari 3c menuju 3d guru setidaknya dapat menilaian karya publikasi ilmiah berupa makalah tinjauan ilmiah. Selanjutkan dari 3d menuju 4a wajib menulis PTK.
Berangkat dari kewajiban itulah, maka tidak rugi para peserta pelatihan malam ini menyimak dengan saksama materi dari narasumber. Dituturkan oleh Noralia guru SMPN 8 Semarang bahwa karya ilmiah yang telah disusun guru dapat diubah menjadi sebuah buku untuk mendapatkan kredit poin. Lumayan besar angka kredit yang diperolehnya. Terlebih jika buku tersebut ber-ISBN dan ditulis seorang diri.
Manfaat dan Langkah-langkah Mengonversi KTI Menjadi Buku
Sebelum mengetahui lebih jauh tentang langkah-langkah mengonversikan karya ilmiah menjadi buku seseorang perlu mengetahui manfaat konversi tersebut :
A. Masyarakat awam dapat turut membaca karena kemudahan akses untuk mendapatkannya.
Karya ilmiah yang belum dibukukan biasanya hanya menjadi koleksi pribadi yang disimpan di rumah atau perpustakaan. Lain halnya jika sudah dikemas dalam bentuk buku. Di toko-toko buku terdekat bisa dengan tidak sengaja dibaca dan tidak memungkiri jika orang lantas membelinya karena ada unsur yang menarik.
B. Penulis dapat memperoleh keuntungan secara finansial karena buku yang ditulis laris manis terjual.
Buku yang ditulis seseorang dengan kualitas tinggi akan menarik minat pembaca. Kemampuan menulis yang terus diasah secara rutin akan memacu seseorang untuk menghasilkan produk yang lebih banyak tanpa meninggalkan kualitas tulisan itu sendiri.
C. Bagi guru PNS buku yang dihasilkan dapat diajukan saat mengajukan kenaikan pangkat. Selain itu, dapat pula dijadikan sebagai bukti fisik laporan sasaran kinerja pegawai (SKP). Bahkan, seorang guru akan mendapatkan dua nilai angka kredit yakni dari PTK yang disusunnya dan dari buku hasil memgonversi karya hasil penelitian.
D. Menjadikan nama penulisnya terkenal. Semakin banyak buku yang dihasilkan semakin luas nama penulis dikenal orang lain. Hal ini akan menarik keuntungan tersendiri.
E. Ilmu yang ada di dalamnya akan menyebar secara cepat. Hal ini akan memiliki daya pengaruh yang besar untuk melakukan ajakan persuasif penulis melalui buku yang ditulisnya.
Dengan mengetahui banyaknya manfaat yang diperoleh dari proses mengonversikan karya ilmiah menjadi buku maka tidak ada alasan bagi seseorang untuk tidak menulis atau menerbitkan buku. Menulis sebuah buku dari karya tulis membutuhkan kejelian dan ketekunan. Sebenarnya bahan yang akan ditulis sudah ada. Seseorang tinggal mengembangkan dan mengalihkan format karya ilmiah menjadi format buku. Noralia narasumber kelas pelatihan menulis malam hari ini menyampaikan beberapa perbedaan format buku dan karya tulis ilmiah pada umumnya. Perbedaan yang dimaksud dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Perbedaan format penulisan buku dan karya ilmiah
|
No |
Buku |
Karya Ilmiah |
|
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12 |
Judul Kata pengantar Prakata Daftar isi Isi buku Daftar pustaka Sinopsis Profil penulis |
Judul Lembar pengesahan Kata pengantar Halaman persembahan Daftar isi Pendahuluan Tinjauan pustaka Metode penelitian Pembahasan Kesimpulan Daftar pustaka Lampiran |
Beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mengonversikan karya ilmiah menjadi buku adalah sebagai berikut.
a. Melakukan pengubahan judul
Judul karya ilmiah biasanya terdiri lebih dari lima kata. Untuk mengonversikannya menjadi sebuah buku judul ini hendaknya diperpendek dan langsung memilih pada bagian pentingnya. Gunakan empat sampai lima kata untuk menulis judul. Pilih judul yang fantastis dan menarik.
b. Melakukan pengubahan daftar isi
Daftar isi pada buku mengikuti pedoman 2W+1H (why, what, dan how)
Bab 1 (why) menjelaskan pentingnya sebuah metode digunakan disertai alasan penggunaan dalam pembelajaran.
Bab 2 (what) menjelaskan apa masalah yang dibahas, apa saja karakteristiknya, dan apa saja ciri khas sebuah metode/media/model yang menjadi fokus tulisan.
Bab 3,4,5, dan seterusnya menjawab pertanyaan bagaimana (how) yang menjelaskan bagaimana tahap pembuatan sebuah metode/media/model yang diangkat, bagaimana pembuatan, dan bagaimana penerapannya dalam pembelajaran.
c. Memberikan pengetahuan baru terkait dengan isu yang berkembang saat ini.
Karya ilmiah yang dikonversi menjadi buku hendaknya disisipi pengetahuan baru terkait isu yang berkembang saat ini. Bisa jadi seseorang mengubah karya ilmiah yang sudah lama sehingga penambahan pengetahuan atau referensi yang up to date sangat diperlukan. Penyisipan pengetahuan baru ini juga sebagai salah satu upaya untuk menarik daya baca orang dan pada akhirnya tergerak untuk membelinya.
d. Batasi ulasan terkait dengan hasil penelitian. Hendaknya hasil yang ditulis pada buku hanya berupa data penelitian yang penting-penting saja.
e. Mempehatikan penggunaan bahasa dan cara penyajian tulisan.
Penggunaan bahasa dan cara menyajikan karya ilmiah ke dalam bentuk buku harus memiliki karakteristik yang berbeda dengan laporan. Pilihlah susunan kata dan gaya kepenulisan yang sesuai dengan selera. Ide dan kreativitas yang dipilih oleh seorang penulis bergantung pada pengalaman dan bahan bacaannya yang dikonsumsinya. Semakin tinggi daya literat seorang penulis maka akan semakin berkualitas buku yang dihasilkan. Membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Seorang pembaca yang sukses dapat dipastikan memiliki kemampuan menulis yang mumpuni. Pemilihan bahasa dan teknik penyajian buku diupayakan agar pembaca dapat dengan mudah memahami isi buku secara lengkap.
f. Gunakan daftar pustaka yang kredibel.
Penulis buku boleh menggunakan referensi berupa blog tapi harus berasal dari situs blog resmi seperti kemendikbud.go.id., jurnal ilmiah, e-book, atau karya ilmiah lainnya. Diseyogiakan penulis menghindari penggunaan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya.
H. Perhatikan jumlah halaman buku
Noralia mengatakan bahwa karya ilmiah yang dikonversi menjadi buku minimal terdiri atas 70 halaman dengan ukuran kertas A5, sedangkan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan dengan aturan Penerbit.
I. Hindari self plagiarisme.
Karena proses pembuatan buku berasal dari tulisan yang pernah disusun maka hal ini akan rentan terhadap munculnya self plagiarisme. Untuk menghindarnya, sebaiknya penulis tidak hanya sekadar copy paste KTI untuk dijadikan buku. Tulis ulang kalimat yang ada dengan pengubahan seperlunya sepanjang tidak mengubah arti kalimat yang terdapat pada karya tulis ilmiah yang asli.
Langkah-langkah yang dijelaskan oleh narasumber pelatihan menulis buku bersama PGRI ini sangat aplikatif dan praktis. Bagi seorang penulis pemula, keinginan untuk memiliki buku solo akan terbantukan dengan trik-trik yang telah dijelaskan pemateri. Parafrasekan setiap paragraf yang terdapat pada karya ilmiah. Pengemasan kalimat yang menarik dan informatif menjadi poin menarik yang sering dicari oleh pembaca. Kaum literat akan menyerbu buku-buku berbobot untuk dijadikan koleksi pribadinya.
Ini buku tak sembarang buku
Buku fiksi menarik isinya
Menulislah tak usah ragu
Bu Noralia tempat bertanya
yes
BalasHapusSalam literasi
HapusBiarkan yang hilang Bun, tokh penggantinya bagus, informatif dan bahasanya bikin nyaman sampe akhir..mantap.
BalasHapusAlhamdulillah, terima kasih, Bu. Harus semangat biar impian segera didapat.
HapusYeeey kereeeen banget
BalasHapusThank mbaksay. 😘😘
HapusSemangatt berkarya bu
BalasHapusAngkat topi atas semangat Pak Amali. Mari saling menginspirasi.
Hapus
BalasHapusKeren Bu ..lanjuut
InsyaAllah terus belajar, Bu. Terima kasih.
HapusPenutupnya soswet.
BalasHapusResume yang rapi, komplit informatif.
Sudah diajari sama Bu Ovi harus dilaksanakan. Hehehe. Terima kasih, Bund.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBiar lambat tapi keren Bu Rina
BalasHapusSejauh masih menyimpan niat, apapun kendalanya maju terus. Terima kasih, Bu Isti.
HapusCakep banget... Top bu... Slm literasi
BalasHapusTerima kasih, Pak sudah berkenan mampir. Masih terus belajar ini.
HapusAsyik banget Bu tulisannya sangat infirmatif dan runtut. Top banget...
BalasHapusTerima kasih, Pak Agus. Mengalir saja, mengeluarkan ide sebebasnya. Smg kita semua lulus hingga akhir.
Hapus
BalasHapusSupermen makan bakwan
Resume nya keren banget, kawan.
Salam Literasi 👍👍
Beli duren di hari minggu
HapusYang komen bikin tersipu...
Hehehehe. Terima kasih, Pak.
Tetap smangaat bu. Tulisan nya okee
BalasHapushttps://yandrinovitasari.blogspot.com/2022/01/menyulap-karya-ilmiah-menjadi-sebuah.html?m=1
HapusSmoga berkenaan singgah bu
Siap. Sepertinya sudah.
HapusSangat informatif
BalasHapusAlhamdulillah. Terima kasih, Pak.
Hapus